Sukses

First Travel dan Simbol Kemewahan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menyita puluhan barang mewah milik bos PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, Anniesa Desvitasari Hasibuan. Barang-barang berupa sepatu dan pakaian bermerek itu didapatkan dari hasil penggeledahan.

Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Dwi Irianto mengatakan, penggeledahan dilakukan pada pekan lalu di rumah Anniesa Hasibuan di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

"Ada 51 pasang branded shoes, bermerek Louis Vuitton, Moschino, Botega, Veneta, Chanel, dan lain-lain," kata Dwi di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat 6 September 2017.

Tak hanya itu, polisi juga mendapati ratusan potong pakaian bermerek. Dwi menduga pakaian tersebut dibeli dari uang para calon jemaah First Travel.

"Ada juga baju-baju musim semi, musim dingin," ucap Dwi.

Barang-barang super mewah itu diduga hasil menipu puluhan ribu calon peserta umrah.

Polisi telah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Andika Surachman (Dirut), Anniesa Hasibuan (Direktur), serta Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki Hasibuan (Komisaris Utama).

Andika diketahui merupakan pelaku utama penipuan, penggelapan, dan pencucian uang dalam kasus ini. Sementara Anniesa dan adiknya (Kiki) berperan ikut membantu tindak pidana yang dilakukan Andika.

Penyidik memperkirakan total jumlah peserta yang mendaftar paket promo umrah yang ditawarkan First Travel sejak Desember 2016 hingga Mei 2017 sebanyak 72.682 orang.

Dalam kurun waktu tersebut, jumlah peserta yang sudah diberangkatkan 14 ribu orang. Jumlah yang belum berangkat 58.682 ribu orang.

Sementara perkiraan jumlah kerugian yang diderita jemaah atas kasus ini sebesar Rp 848,7 miliar yang terdiri atas biaya setor paket promo umrah dengan total Rp 839 miliar dan biaya carter pesawat dengan total Rp 9,5 miliar.

1 dari 3 halaman

Si Artis Glamor

 

Penyanyi Syahrini mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus First Travel, Jakarta, Rabu (27/9). Syahrini diperiksa Bareskrim Polri sebagai saksi atas kasus dugaan penipuan oleh First Travel. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Bukan cuma barang-barang mewah yang disandang, Anniesa Hasibuan juga memilih artis Syahrini untuk mempromosikan First Travel. Syahrini adalah penyanyi yang terkenal dengan gaya yang sangat glamor.

Tak tanggung-tanggu, First Travel memberangkatkan Syahrini dan keluarganya ke Tanah Suci.

"Ada beberapa keterangan dari para tersangka, bahwa mereka memberangkatkan Syahrini dan keluarganya," ujar Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Kombes Dwi Irianto di Bareskrim Polri, Gambir.

Saat berangkat umrah, Syahrini tak membayar jasa perjalanan ibadah kepada First Travel. Sebaliknya, penyidik menemukan fakta Syahrini diberangkatkan oleh Anniesa Hasibukan Cs dengan biaya cukup besar.

"Kalau menurut keterangan dari staf yang mengurus keberangkatan mereka, kurang lebih itu satu miliaran rupiah. Hanya untuk keberangkatan mereka saja, keluarga Syahrini," Kombes Dwi Irianto melanjutkan.

Sementara itu, penyanyi Syahrini yang telah menjalani pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menyatakan, keberangkatan umrahnya tetap membayar kepada First Travel, meskipun mendapatkan potongan harga, sedangkan untuk keluarganya tetap membayar sesuai harga yang ditetapkan First Travel.

"Pastinya dapat diskon, misalnya satu menjadi setengah untuk saya. Tapi keluarga saya yang lain full membayar," ujar Syahrini di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 27 September 2017.

Selain Syahrini, First Travel juga membiayai Vicky Shu berangkat umrah.

Penyanyi Vicky Shu menyapa awak media usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/10). Vicky Shu menyambangi Bareskrim Mabes Polri untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus First Travel. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

"Untuk Vicky Shu itu Rp 108 juta," kata Dwi.

Menurut dia, hingga kini pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan para artis ini dengan penggelapan uang para calon jemaah. Hanya saja, mereka dimanfaatkan oleh bos First Travel untuk menarik minat calon jemaah umrah.

"Dari hasil pemeriksaan belum ada, karena dia (artis dan penyanyi) ini dipakai untuk mempromosikan perusahaan ini menarik jemaah," ucap Dwi.

Vicky Shu sendiri mengatakan bahwa saat umrah, dirinya membayar secara penuh semua biaya yang dibutuhkan. Maklum, wanita yang baru saja menikah itu memang tidak pernah menerima endorsement.

"Saya pernah mengikuti umrah bersama First Travel memang sebagai jemaah reguler pada tahun akhir tahun 2015. Itu saya membayar full," ujarnya.

Selain itu, Vicky Shu mengungkap bahwa pada 2017 dirinya kembali ingin menjalani umrah. Saat itu pula, penyanyi 30 tahun itu mendapat tawaran dari Anniesa Hasibuan pemilik First Travel yang juga berprofesi sebagai desainer.

"Ketika itu saya akhirnya tahun 2017, berencana untuk menjalankan ibadah umrah kebetulan banyak pihak-pihak yang menawarkan endorse segala macam, tapi saya memang jangankan ibadah ya, keseharian boleh dicek di akun saya, saya saja enggak terima endorse itu. Saya biasanya lebih review," terangnya.

Bukan cuma Syahrini dan Vicky Shu, tapi artis senior Ria Irawan juga terseret kasus First Travel.

Rencananya, Mabes Polri juga akan memeriksa Ria Irawan dalam waktu dekat.

"Kami ingin lihat perannya apa saja, kegiatannya apa saja dan apa kompensasi dari peran para artis ini. Kami ingin tahu nilainya (kontrak) berapa," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri.

Meskipun demikian pihaknya belum melayangkan panggilan resmi kepada yang bersangkutan. "Sudah diinformasikan tapi surat panggilan belum (dikirim)," kata Martinus seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, di antara para artis yang mempromosikan First Travel, hanya Syahrini yang melakukan kerja sama melalui kontrak resmi dengan First Travel.

"Kalau Vicky Shu menyatakan bahwa itu karena pertemanan, Anniesa itu temannya dan kemudian dia (Vicky) posting tentang First Travel di medsosnya. Kalau kerja sama dalam ikatan kontrak menurut Vicky tidak ada. Kalau Syahrini itu ada melalui kontrak," jelas Martinus.

Polisi memeriksa para artis tersebut dengan tujuan untuk mengungkap modus penipuan para tersangka yang menggunakan popularitas para artis tersebut untuk menarik konsumen.

2 dari 3 halaman

Kisah Menyedihkan Korban First Travel

 

Korban dugaan penipuan perjalanan umrah First Travel mengisi formulir di Posko Pengaduan Korban PT First Travel Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (21/8). Total lebih dari 1.200 calon jemaah umrah mendaftar ke Bareskrim. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sedikitnya enam warga Kota Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban penipuan biro perjalanan umrah First Travel. Sebagian dari mereka saat ini mengalami depresi hingga jatuh sakit.

"Keluarga saya yang tertipu ada enam orang. Mereka sekarang mengalami stres, karena uang yang sudah disetorkan tidak ada kejelasan," kata korban, Maryanah di Bekasi.

Warga RT 03 RW 19 Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondokgede itu mengaku baru menyadari telah menjadi korban penipuan, saat kabar tersebut ramai di media massa.

Perempuan 51 tahun itu mengaku kerap mengalami depresi bila mendengar ada pemberitaan soal First Travel di televisi, yang belakangan ini tersiar hampir setiap hari.

"Saya beruntung punya anak yang baik. Setiap kali saya stres, ada putra saya yang selalu memberi nasihat untuk bersabar," kata dia seperti dilansir Antara.

Putra Maryanah, Suhendi mengatakan, hampir semua anggota keluarganya yang tertipu First Travel, mulai menunjukkan gelagat yang kurang wajar.

"Ada keluarga saya bernama Bu Anah yang stres dan sempat guling-gulingan sambil menangis histeris di jalan, saat tahu dirinya menjadi korban penipuan First Travel," kata pria 33 tahun itu.

Sang ibu, kata Suhendi, menampakkan gejala depresi dengan menurunnya napsu makan, serta melamun dalam kondisi tertentu.

"Mereka depresi karena uangnya boleh ngumpulin sedikit-sedikit. Rata-rata mereka warga berpenghasilan menengah ke bawah dan sekarang sudah menyetor ke First Travel rata-rata Rp 18 juta," kata dia.

Menurut Suhendi, keenam anggota keluarganya telah melakukan ratiban (zikir) sebagai syukuran atas rencana keberangkatan untuk umroh ke Tanah Suci sejak awal Januari 2017. Namun sampai Agustus 2017 belum ada kejelasan pemberangkatan.

"Awalnya First Travel mengundur keberangkatan karena terjadi pengurangan kuota dari Saudi Arabia. Kemudian keluarga saya yang ingin berangkat sesuai jadwal dimintai uang lagi Rp 2 juta dengan alasan untuk sewa pesawat. Sampai waktu yang dijanjikan, belum ada jadwal pemberangkatan umrah yang jelas," ungkap dia.

Uang Arisan

Korban lain warga RT 04 RW 09, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Kunut. Dia mengaku mulai mengalami gangguan kesehatan, yakni penurunan stamina.

"Pikiran saya puyeng kalau ingat umroh. Badan saya sepertinya butuh dirawat karena kurang enak terus," kata pria 75 tahun itu.

Kunut telah menyetorkan dana Rp 32 juta kepada First Travel, untuk keberangkatan umroh bersama sang istri ke Tanah Suci.

"Uangnya juga dikumpulin dari arisan. Bulanannya sampai sekarang harus saya bayar," kata dia.

Kunut bersama keluarganya hanya berharap uang setoran umrah yang diberikan kepada First Travel, bisa dikembalikan dengan utuh.

"Kami cuma ingin uangnya dikembalikan saja utuh untuk keperluan lain," kata dia.

Polisi telah menetapkan pemilik First Travel sebagai tersangka kasus dugaan penipuan ribuan jemaah umrh. Polisi menduga sebagian dana jemaah digunakan untuk membeli aset pribadi seperti rumah dan mobil mewah. Akibatnya, ribuan jemaah gagal berangkat ke Tanah Suci.

Saksikan video di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Wujudkan Kepribadian Gaya Anda Lewat Paduan Scarf yang Tepat
Artikel Selanjutnya
PUMA Hadirkan Gerai Kolaborasi Pertama di Asia Tenggara