Sukses


Sosialisasi 4 Pilar MPR Bersama KOKAM di Kabupaten Deli Serdang

Liputan6.com, Jakarta Masih dalam nuansa HUT TNI RI, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menjalankan tugasnya untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI bersama KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah).

KOKAM merupakan perkumpulan organisasi pemuda" muhammadiyah. KOKAM hadir untuk menjaga NKRI Indonesia dan menjaga keislaman. KOKAM tidak hanya melatih fisik kekuatan sejati ada di hati dan nurani sebagai senjata.

Dengan tema kebhinekaan, keyakinan dan beragama, disertai dengan peristiwa sejarah menjadi salah satu bahan sosialisasi yang disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid ketika memberikan materi sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan 1600 peserta yang hadir pada acara “Apel Kebangsaan, Milad 52 Tahun KOKAM Pemuda Muhammadiyah dan Diksuspimwil” Provinsi Sumatera Utara. Acara tersebut berlangsung di Alun-alun Deli Serdang, Jum’at (6/10/2017).

"Ya, untuk sosialisai kali ini kami bekerja sama dengan gerakan ormas pemuda KOKAM dimana ada yang berbeda juga saya diberikan kesempatan mengenakan seragam KOKAM ini. Ini salah satu bukti memaksimalkan sosialiasiSilahkan bagi yang memiliki organisasi pemuda lainnya untuk bisa bekerja sama dengan kami dalam mensosialisasikan empat pilar MPR RI ini dan juga menjaga pancasila, keutuhan kerukunan bangsa, dan agama,". tutur Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid

Dalam sosialisai kali ini turut dihadiri oleh anggota MPR RI Ansory Siregar (Fraksi PKS) Ahmad Hanafi Rais (Fraksi PAN), Tengku Erry Nuradi (Gubernur Sumatera Utara), Bakhtiar Ahmad Sibarani (Bupati Tapanuli Tengah), Zainuddin Mars (Wakil Bupati Deli Serdang) dan Dahnil Anzar Simanjuntak, SE., ME. (Ketua Umum Pempinan Pusat Pemuda Muhammadiyah). Dihadapan Pemuda yang tergabung dalam pasukan KOKAM (Komando Kesiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) Kota Deli Serdang, Hidayat Nur Wahid memuji peran dan kontribusi Pendiri Dewan Dakwah Islam Indonesia Mohammad Natsir dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Natsir, adalah sosok pahlawan yang sangat penting dalam menjaga tetap utuh dan tegaknya NKRI," ujar Hidayat. Natsir dengan berani menyampaikan Mosi Integral dihadapan Sidang Paripurna DPR RIS 3 April 1950, Mosi ini menghendaki Indonesia kembali ke bentuk NKRI. Mosi itu didukung oleh para politisi dan Mohammad Hatta. Akhirnya, pada 17 Agustus 1950, Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan NKRI, setelah Januari 1946 hingga April 1950 berbentuk RIS.

"Itulah jejak-jejak perjuangan umat Islam menjaga keutuhan NKRI. Karena itu tidak benar kalau Islam dan Indonesia didikotomikan. Tidak benar kalau dikatakan Islam anti NKRI," Oleh karena itu, Hidayat Nur Wahid mengajak keluarga besar KOKAM Kota Deli Serdang mencontoh dan melanjutkan perjuangan Mohammad Natsir.

Hidayat juga mengungkapkan bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara yang memasukkan tujuan pendidikan dalam konstitusi. Pasal 31 ayat 3 menyebutkan pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kemudian Pasal 31 ayat 5 berbunyi, pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. "Dengan demikian pendidikan menyeimbangkan antara iman, takwa, ahlak mulia dengan kecerdasan, dan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi agama," jelasnya.

Berangkat dari situlah Hidayat Nur Wahid ingin mengajak seluruh masyarakat mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah diberikan Allah kepada bangsa Indonesia.

"Syukur itu patut diucapkan agar Allah menambah keberkahan bagi bangsa Indonesia. Syukur juga harus dilakukan karena saat ini masih ada bangsa lain di dunia yang belum mengenyam kemerdekaannya," tutup Hidayat Nur Wahid.

 

 

(*)

Artikel Selanjutnya
Zulkifli Hasan Berharap MPR Senantiasa Amanah Dalam Bekerja
Artikel Selanjutnya
Peringati HUT ke-72, MPR RI Gelar Jalan Sehat Empat Pilar