Benteng Liya Togo Dipugar

  • Sosial & Budaya
  • 0
  • 18 Des 2010 21:40

101218cbenteng-lia.jpg
Liputan6.com, Kendari: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) menyetujui pemugaran Benteng Liya Togo seluas 30 hektare di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. "Mendahului pemugaran itu, Kemenbudpar tahun 2011 melakukan kajian teknik, terutama konstruksi benteng," kata Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Situs Sejarah Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Sultra Ali Agmadi, Sabtu (18/12).

Ali Ahmadi tak merinci alokasi anggaran yang akan dikucurkan Kemenbudpar untuk kajian teknik pemugaran benteng. Dia hanya mengatakan, seluruh kegiatan dalam pengkajian teknik pemugaran dilaksanakan sendiri oleh Kemenbudpar.

"Kita di daerah hanya diberitahukan persetujuan pemugaran itu. Karena memang yang mengusulkan untuk dilakukan pemugaran itu kita sendiri," kata Ali Ahmadi.

Menurut Ali Ahmadi, Kemenbudpar sudah merencakan anggaran pemugaran benteng Liya sebesar Rp 2,7 miliar yang akan dikucurkan pada 2012. "Kemenbudpar sudah menyampaikan itu kepada kami melalui surat resmi," lanjut Ali.

Benteng Liya Togo adalah salah satu benteng yang menjadi pusat penyebaran Islam di Kesultanan Buton pada masa lampau. Di dalam benteng seluas 30 hektare itu terdapat masjid tua yang diperkirakan dibangun pada abad ke 16 Masehi. Konstruksi benteng dan bangunan masjid mirip dengan konstruksi benteng dan Masjid Keraton Buton di Kota Baubau.

Menurut Ali Ahmadi, Kemebudpar menyetujui pemugaran benteng dan masjid karena Wakatobi saat ini sudah menjadi daerah tujuan wisata dunia. "Benteng Liya Togo, merupakan salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi para turis mancanegara," kata Ali.(Ant/ULF)
Terpopuler