Sukses

Dewan Partai: Setnov Menang Praperadilan, Tak Ada Alasan Diganti

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin menegaskan, tidak ada dinamika di dalam tubuh partai beringin. Belakangan merebak keinginan sejumlah kader partai yang meminta Ketua Umum Setya Novanto mundur dari jabatannya dan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt).

"Saya kira enggak ada dinamika Partai Golkar saat ini. Ya aspirasi boleh-boleh aja, tapi tidak ada indikasi ada keinginan bahwa Pak Setnov akan mundur, enggak ada, kan beliau enggak ada masalah apa-apa," ujar Mahyudin di Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Dia mengatakan, kalaupun sempat ada masalah, semua itu telah selesai. Karena Setya Novanto menang dalam praperadilan sehingga penetapan tersangka dalam kasus dugaan suap e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sah.

"Kemarin-kemarin kan sempat tersangka oleh KPK, nah tapi kan praperadilan memenangkan Setya Novanto. Jadi alasan apa mau bikin Plt, apa namanya meminta Pak Nov mundur, enggak ada alasan itu. Jadi enggak ada alasan, dan tidak beralasan," papar Wakil Ketua MPR itu.

Tak hanya itu, Mahyudin menegaskan, dalam Partai Golkar tidak bisa memberhentikan atau menonaktifkan ketua umum begitu saja.

"Karena pergantian ketum enggak bisa dengan cara seperti itu. Pergantian Ketum harus melalui munas atau munas luar biasa, dan diminta oleh seluruh pengurus DPD, ada 34 DPD di seluruh provinsi Indonesia," kata dia.

Meski begitu, Mahyudin mempercayai kerja KPK yang pasti profesional dan melakukan aturan hukum dengan baik.

"Kita percaya bahwa di Indonesia ini panglima hukum itu adalah panglima tertingginya kan di kita, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jadi ya kita percaya KPK tetap profesional," tutur Mahyudin. 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

1 dari 2 halaman

Yorrys Dicopot

Golkar mencopot Yorrys Raweyai dari kursi Kordinator Politik, Hukum dan Keamanan Golkar. Kabar itu disampaikan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia Timur Partai Golkar, Aziz Samual.

Posisi yang sebelumnya ditempati Yorrys kini berpindah tangan. Letjen (Purn) Eko Widyatmoko akan menggantikannya.

"Pak Yorrys kan sudah diganti sejak kemarin sore. SK-nya sudah ditandatangani," ujar Aziz saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Selasa 3 Oktober 2017.

Tindakan Yorrys dianggap tidak menguntungkan Partai Golkar. Saat Setya Novanto sakit, ia juga mewacanakan penunjukan pelaksana tugas untuk menggantikan Setnov. .

Artikel Selanjutnya
Bamsoet Heran Pansus KPK Masih Dipersoalkan
Artikel Selanjutnya
Dipecat dari Golkar, Ahmad Doli Kurnia Buka Diri untuk Dialog