Sukses

Setya Novanto Tak Tahu KPK Datang ke Rumah Sakit

Liputan6.com, Jakarta - Setyo Lelono yang merupakan kakak dari Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPR Setya Novanto mengatakan sang adik tidak tahu jika penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang untuk memeriksa keadaannya. Menurut Setyo, pria yang karib disapa Setnov itu usai dioperasi ketika KPK datang.

"Enggak tahu dia (kedatangan KPK). Kan waktu itu abis dari operasi, masuk ICU, kondisinya lemah," ujat Setyo di RS Premier Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Ia bersyukur ketika KPK datang untuk memeriksa keadaan Setnov. Karena menurutnya, dengan begitu, lembaga antirasuah tersebut dapat mengetahui keadaan Setnov yang sebenarnya.

"Kalau saya sih melihat itu kan tugasnya, artinya saya juga berterimakasih, ada hikmahnya. Sehingga KPK datang kan melihat memang sakit, enggak rekayasa, daripada spekulasi," ucap dia.

Dengan melihat langsung kondisi Setnov seperti itu, menurut Setyo, tidak mungkin KPK tidak percaya.

"Waktu dia (KPK) masuk, kondisinya masih lemah tidur. Artinya kita bersyukur dengan beliau (KPK) datang bisa melihat bahwa ini (Setnov) memang sakit," kata dia.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

 

1 dari 2 halaman

Tak Hanya Tengok

Kedatangan KPK ke rumah sakit dinilainya tak hanya membesuk Setya Novanto, namun juga menangani persoalan yang menjerat Ketua Umum Partai Golkar tersebut. Setelah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto belum diperiksa KPK karena alasan kesehatan.

"Pasti KPK punya kepentingan dalam rangka (menangani) persoalannya. Artinya kedatangan ke sini mungkin sambil nengok, sambil melihat keadaan sebenernya," tutup Setyo.

Penyidik KPK sebelumnya menyangsikan alasan sakit yang diungkapkan Setnov, saat akan diperiksa. Penyidik lembaga antikorupsi beserta tim dokter langsung memeriksa kondisi Setnov di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur.

"Tim penyidik bersama dokter KPK hari ini melakukan pengecekan terhadap kondisi tersangka SN di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Setya Novanto seharusnya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus e-KTP oleh penyidik KPK. Namun, Novanto mangkir dan mengirimkan surat keterangan sakit ke KPK.

"Hari ini SN melalui istrinya mengirimkan surat yang menjelaskan alasan SN tidak dapat hadir dalam pemeriksaan karena sakit jantung," kata Febri.