Sukses

Top Up Uang Elektronik Pakai Biaya?

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan aturan tentang pemungutan biaya isi ulang atau top up uang elektronik pada akhir September 2017. Biaya top up akan digunakan untuk menambah sebaran serta perawatan mesin transaksi elektronik

Hingga saat ini, belum diputuskan berapa jumlah pungutan top up tersebut. "Kami akan atur batas maksimumnya dan besarannya. Biayanya tidak akan berlebihan membebani konsumen," kata Gubernur BI Agus Martowardojo, Jumat 15 Sepetember 2017.

Walau begitu, sejumlah elemen telah menyatakan penolakan terhadap kebijakan itu. Seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang menyatakan, pemberlakuan biaya top up uang elekronik bertentangan dengan upaya mewujudkan cashless society.

Selengkapnya dapat dilihat dalam Infografis di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
5 Olahraga Ekstrem dengan Biaya Termahal, Apa Saja?
Artikel Selanjutnya
Biar Enggak Kecele, Begini Cara Mudah Menghitung Diskon dan Promo