Sukses

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Terima Bantuan Indonesia

Para pengungsi di Kamp Waikong yang sudah berjumlah puluhan ribu orang itu masih sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Liputan6.com, Jakarta - Lebih dari 2.000 paket bantuan pangan dan logistik dari masyarakat Indonesia telah diterima ribuan pengungsi Rohingya di Kamp Waikong. Akan tetapi, distribusi bantuan di area pengungsian ini tidak selesai dalam satu kesempatan. Demikian kata Manager Disaster Dicovery ACT Rahadiansyah.

Bersama Kamp Unsi Prang, Kamp Waikong adalah dua kamp pengungsiaan Rohingya di dekat perbatasan Bangladesh-Myanmar yang berada di Teknaf. Ini adalah sebuah wilayah setingkat kecamatan di Distrik Cox’s Bazar, Bangladesh, yang berbatasan langsung dengan bagian timur Sungai Naf yang memisahkan Bangladesh dan Myanmar.

Teknaf adalah salah satu destinasi utama para pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar melalui Sungai Naf.

Menurut ACT, di area titik nol perbatasan Bangladesh di Teknaf itu, daerah-daerah yang sebelumnya lapang kini telah dipadati puluhan ribu pengungsi baru Rohingya di mana sejak 11 September lalu telah dikunjungi oleh Tim SOS Rohingya.

Rahadiansyah mengungkapkan, para pengungsi di Kamp Waikong yang sudah berjumlah puluhan ribu orang itu masih sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

"Kamis kemarin kita mendistribusikan paket sembako beserta bantuan logistik seperti tikar atau alas tidur dan terpal plastik. Setidaknya ada 6.000 pengungsi Rohingya yang menerima bantuan ini," kata Rahadiansyah seperti dikutip dari Antara, Senin (18/9/2017).

Salah satu tim misi kemanusiaan Indonesia ini juga bergerak menuju Kamp Unsi Prang yang terletak tak jauh dari Kamp Waikong untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi pengungsi Rohingya yang dilayani oleh empat dokter lokal.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Pengungsi Terserang Penyakit

Menurut Rahadiansyah, banyak pengungsi di kamp itu yang terserang penyakit setelah menempuh perjalanan berhari-hari.

"Rata-rata pengungsi mengalami penyakit kulit, pencernaan, ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), kekurangan nutrisi, dan luka-luka. Bahkan, beberapa di antara mereka (pasien) masih bayi," kata dia.

Di Kamp Unsi Prang, ACT memberikan layanan kesehatan selama dua hari dari 14 sampai 15 September pekan lalu.

"Alhamdulillah, sekitar 600 pengungsi yang tengah sakit langsung ditangani oleh relawan dokter lokal," ujar Rahadiansyah.

ACT memastikan berbagai bantuan darurat untuk pengungsi Rohingya akan terus disalurkan, mengikuti derasnya kepedulian masyarakat Indonesia kepada Rohingya.

Sementara itu, Kedutaan Besar RI di Bangladesh memastikan bahwa hari ini 54 ton bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Myanmar dari pemerintah dan rakyat Indonesia didistribusikan ke 12 titik di Cox's Bazar.

"Bantuan kemanusiaan Indonesia telah diterima oleh pemerintah Bangladesh dan akan segera didistribusikan kepada pengungsi dari Rakhine State yang berada di sekitar Cox's Bazar," kata Duta Besar RI untuk Bangladesh Rina Soemarno, Minggu kemarin.


Saksikan video menarik di bawah ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.