Sukses

Pindah Terminal di Bandara Soetta Hanya 3 Menit dengan Skytrain

Liputan6.com, Tangerang - Automated People Mover System (APMS) atau Skytrain yang beroperasi mulai hari ini di Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Banten, bisa mengangkut 176 penumpang untuk sekali keberangkatan. Penumpang pun bisa menghemat waktu bila ingin berpindah terminal.

"Sekali berangkat bisa mengangkut sampai 176 penumpang, jadi bisa meng-kover keseluruhan bandara yang akan looping dari Terminal 3 ke Terminal 2," tutur Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, Minggu (17/8/2017).

Tak hanya itu, Skytrain juga akan terus ke stasiun kereta bandara atau integrated building. Lalu ke Terminal 1 yang rencananya juga akan terhubung ke Terminal 4 yang akan dibangun pada 2019 mendatang.

Para penumpang pun bisa menghemat waktu atau memangkas perjalanan perpindahan antarterminal ini dibanding sebelumnya menggunakan minibus.

"Jarak tempuh Terminal 3 ke Terminal 2 sejauh 1,7 km hanya 3 menit, dengan kecepatan maksimal 60 km per jam, itu untuk sekali jalan," tutur Awaluddin.

Bila pengoperasian Skytrain sudah optimal,  nantinya waktu tunggu hanya lima menit dengan waktu tempuh tiga menit antarterminal. Namun, untuk saat ini, pengoperasian Skytrain masih terbatas pada jam-jam tertentu, sebelum nantinya akan beroperasi 24 jam.

"Sesuai arahan Pak Menhub, pengoperasiannya di jam 07.00-10.00 WIB, 12.00-14.00 WIB, dan 17.00-19.00 WIB, itu akan dikombinasikan dengan bus yang beroperasi setiap saat," pungkas Awaluddin.

 

 

1 dari 2 halaman

Jadi Bandara Terbaik

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku senang karena Skytrain akhirnya resmi beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kemenhub hari ini bahagia sekali karena ini bertepatan dengan Hari Bakti Perhubungan, Angkasa Pura II memberikan baktinya kepada negeri ini dengan Skytrain," kata dia, saat meresmikan Skytrain di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (17/9/2017).

Tak boleh berpuas diri dengan hadirnya Skytrain, menurut Budi Karya, Bandara Soekarno-Hatta sebagai showcase Indonesia harus terus melakukan perbaikan dalam segala aspek.

Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta, kata Budi Karya, memiliki kewajiban dalam mengelola dan mempercantik diri.

Budi Karya pun menyampaikan apresiasinya kepada PT Angkasa Pura II, yang mampu meningkatkan peringkat Bandara Soekarno-Hatta dari 64 besar dunia, menjadi bandara terbaik dunia peringkat 40.


Saksiskan video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Jasa Porter Gratis, Penumpang Bandara Soetta Dilarang Beri Tips
Artikel Selanjutnya
Pengumuman! Kini Layanan Porter Bandara Soetta Gratis