Sukses

Menaker dan Menkeu Kompak Dukung Pelatihan Vokasi

Liputan6.com, Jakarta Komitmen Presiden Joko Widodo yang menjadikan percepatan pembangunan Sumber Daya Manudia (SDM) sebagai salah satu program prioritas 2018, segera ditindaklanjuti oleh kerja Kementrian Ketenagakerjaan dan Kementrian Keuangan.

Kemarin, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dan Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan kunjungan kerja bersama ke Institute of Technical Education (ITE). Kunjungan dimaksudkan untuk mempelajari keberhasilan Singapura dalam menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan vokasi.

"Kita berdua berkomitmen untuk mengembangkan pendidikan dan pelatihan vokasi yang menjadi program prioritas pemerintah sesuai arahan Presiden Jokowi,” kata Menaker Hanif saat melakukan peninjauan workshop ITE di Singapura pada Jumat kemarin.

Dalam kunjungannya, kedua menteri melakukan peninjauan ke pusat pelatihan maritim, workshop aerospace bidang penerbangan serta mengunjungi workshop teknik dan manufaktur yang berada di kampus ITE Singapura.

Saat ini, lanjut Menaker, pemerintah terus berupaya meningkatkan kwalitas pelatihan vokasi Terutama pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Pelatihan di BLK dilakukan secara massif, fokus dan terarah. Pemerintah juga melibatkan pelaku industri dalam menyusun konsep kurikulum dan instruktur. Hal ini dilakukan agar apa yang diajarkan pada pelatihan vokasi nyambung dengan kebutuhan pasar kerja.

Perbaikan fasilitas dan sarana serta prasarana pendukung pelatihan vokasi terus dilakukan. Kemnaker juga berharap adanya dukungan anggaran yang cukup untuk pengembangan pelatihan vokasi menjadi lebih baik. Disinilah pentingnya peran dari Menteri Keuangan.

Selain melalui BLK, pemerintah juga mendorong optimalisasi pelatihan vokasi juga dilakukan di Lembaga Pelatihan Kerja Swasta, Training Center Industri serta lembaga pelatihan yang ada di sekumlah Kementerian atau Lembaga.

Nenaker menambahkan, tiap tahun pemerintah dihadapkan pada dua juta angkatan kerja baru. Sayangnya, mereka angkatan kerja baru ini tidak bisa langsung masuk pasar kerja, karena kompetensi mereka masih rendah.

Pelatihan vokasi diharapkan menjasi cara untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja.

 

 

(*)

Artikel Selanjutnya
Jokowi Terbitkan Perpres Penguatan Pendidikan Karakter
Artikel Selanjutnya
Serikat Buruh Perlu Dukung Pengembangan Keterampilan Anggotanya