Sukses

Polisi Kerahkan 6.000 Personel Amankan Aksi Bela Rohingya

Liputan6.com, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) lainnya menggelar aksi bela Rohingya 169 di Kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat. Ribuan umat muslim dan peserta aksi sudah memadati kawasan tersebut.

Untuk mengamankan aksi tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya mengerahkan 6.000 personel di Kawasan Patung Kuda Monas.

"Ada 6.000 personel lebih kita siagakan nanti di lokasi," ujar Argo saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (16/9/2017).

Argo mengatakan, jajarannya telah menyiapkan sejumlah rencana dan strategi untuk mengamankan aksi tersebut. Sebanyak 10 ribu orang diperkirakan hadir dalam aksi bela Rohingya.

"Pihak kepolisian telah menerima surat pemberitahuan aksi tersebut. Dalam surat pemberitahuan aksi tersebut akan diikuti 10 ribu orang," kata dia.

Dia berharap, peserta aksi bela muslim Rohingya ini menyampaikan aspirasinya secara tertib. Sehingga, aksi tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

"Kami berharap massa mengikuti peraturan undang-undang dalam menjalankan aksinya," tutur Argo.

Saksikan video di bawah ini:

 

1 dari 2 halaman

Tujuan Aksi Bela Rohingya

Anggota Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo mengatakan, aksi tersebut bertujuan untuk mengembalikan kewarganegaraan etnis Rohingya.

"Tujuan dari aksi ini adalah kami ingin berikan tekanan, supaya genosida di Myanmar dihentikan, kembalikan kewarganegaraan etnis Rohingya. Ini sejalan dengan kemerdekaan hak segala bangsa," kata Syakir di Monas Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017).

Sejumlah tokoh besar seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hingga Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno, direncanakan akan berorasi dalam aksi tersebut.

Dia juga memastikan, aksi bela umat muslim Rohingya ini akan berjalan damai.

"Ini acaranya nanti orasi, ada juga nasyid-nasyud perjuangan. (Yang akan orasi) nanti ada Prabowo, Sohibul Iman, Hidayat Nur Wahid, dan Sandiaga Uno," ucap Syakir.