Sukses

6 Pesawat Terbangkan Bantuan Indonesia untuk Rohingya

Liputan6.com, Jakarta - Bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia untuk para pengungsi Rohingya di perbatasan Bangladesh dan Myanmar, kembali tiba pada Jumat, 15 September 2017.

Dua pesawat Hercules tiba di Bandara Internasional Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh.

Berdasarkan siaran pers dari Biro Pers Kepresidenan, pesawat Hercules A 1335 tiba sekitar pukul 17.00 waktu setempat atau 18.00 WIB. Pesawat itu membawa bantuan kemanusiaan berupa paket sandang, family kit, flexible tank, selimut, dan gula.

Berselang dua jam, tepatnya pukul 19.00 waktu setempat atau 20.00 WIB, pesawat Hercules A 1326 yang berisi 10 ton beras juga mendarat di bandara tersebut.

Tak sampai di situ, hari ini Sabtu, 16 September 2017, bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia untuk Rohingya akan kembali tiba.

"Pagi ini, Sabtu 16 September 2017, pesawat keberangakatan ke-5 dan ke-6, akan berangkat ke Chittagong pada pukul 06.30 WIB dan 08.30 WIB dari Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh," ucap Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto kepada Biro Pers.

Dengan bantuan yang terus berdatangan tersebut, diharapkan niat baik pemerintah Indonesia untuk membantu meringankan beban para pengungsi Rohingya dapat terwujud.

1 dari 2 halaman

Upaya Indonesia

Indonesia ingin bantuan yang dikirim benar-benar bermanfaat bagi warga Rohingya. Di sisi lain, pemerintah terus mengumpulkan bantuan, tidak hanya dari pemerintah, tapi dari masyarakat, ormas, hingga pengusaha.

"Kita akan memberikan kontribusi hal-hal yang mereka perlukan. Akan sayang memberikan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang diperlukan mereka," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Retno terus berkomunikasi dengan pemerintah Bangladesh dan Myamnar agar bantuan Indonesia bisa diterima dengan baik sampai ke warga Rohingya. Komunikasi juga dijalin dengan organisasi kemanusiaan dan komunitas yang sudah berada di lapangan.

"Message (pesan) kita dipahami bahwa bantuan ini untuk semua pengungsi yang berasal dari Rakhine State," ucap dia.

Saksikan video di bawah ini: