Sukses

Demokrat: Poros Baru Bukan Hanya di Pilkada Jabar

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan pihaknya bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membuat poros baru di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Kata dia, pembentukan poros itu tidak hanya di Jabar saja, melainkan di berbagai daerah yang akan melangsungkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

"Hampir semua titik termasuk Jabar, pembentukan poros atau istilahnya koalisi antarpartai. Karena parpol seperti Demokrat belum bisa sendirian," kata Hinca di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/9/2017).

Dia menyatakan hingga saat ini masih terus membahas pembentukan poros baru itu. Bahkan, pihaknya masih membuka peluang berkoalisi dengan partai politik lainnya.

"Mudah-mudahan masih bisa, karena saat ini baru tiga partai. Setelah itu masih bisa tambah saya rasa," ujarnya.

Untuk pencalonan nama yang diusung, kata Hinca belum dapat ditentukan, sebab hal itu harus berdasarkan kesepakatan bersama dengan PAN ataupun PPP. Lanjutnya, untuk pencalonan tidak mempermasalahkan untuk dicalonkan sebagai gubernur maupun wakil gubernur.

"Kami berharap kalau bisa itu 01 (gubernur), kalau tidak bisa iya 02 (wakil gubernur)," tutur dia.

Kendati demikian, Hinca menyatakan Partai Demokrat belum menentukan poros atau koalisi untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Poros pemilu masih jauh, jadi ini Pilkada dulu saja," jelas Hinca.

1 dari 2 halaman

Calon Gubernur

Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Eddy Soeparno mengatakan PAN akan mengusulkan kadernya untuk maju dalam Pilgub Jabar 2018 mendatang. PAN akan mengusulkan Desi Ratnasari dari internal kader dan Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal dari kalangan non-kader.

Lebih lanjut, Eddy menyebut usulan ini akan dibicarakan dengan partai-partai politik lainnya. Ketika ditanyakan apakah ada berkolaborasi dengan parpol lain, menurut Eddy hal tersebut masih dibicarakan.

"Ada satu parpol lagi yang kita sudah ajak bicara. Nanti kalau sinyalnya sudah lebih definitif, akan saya info lebih lanjut," tutur dia.

Mengenai kapan akan mendeklarasikannya, Eddy berujar tidak perlu terburu-buru. Yang jelas, kata dia, PAN ingin memastikan memiliki 'kendaraan' yang cukup untuk memajukan satu paslon.

"Kita bahas dulu dengan teman-teman lain untuk mencukupi satu kendaraan. Aa Gym juga menjadi calon yang akan kita usung," tuturnya.

Saksikan video di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Hanura Gabung Koalisi Golkar-PDIP, Ini Kata Dedi Mulyadi
Artikel Selanjutnya
PDIP Jateng: Kalau Mau Koalisi Pilkada, Datanglah ke Jakarta