Sukses

Fahri Hamzah: Jokowi Sudah Manasin Mesin, Capres Lain Mana?

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Projo beberapa waktu waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memaparkan hasil kerjanya di hadapan relawan yang membantu kemenangan Jokowi-JK di Pilpres 2014.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi kehadiran Jokowi di acara tersebut sebagai pemanasan mesin dari mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Ia lantas mempertanyakan ke mana kandidat lain yang akan maju di Pilpres 2019 mendatang.

"Beliau (Jokowi) sudah manasin mesin. Kandidat lain mana? Kok belum manasin mesin?" ujar Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Ia juga mempertanyakan apakah calon kandidat lain takut atau tidak memiliki modal, sehingga belum menggerakkan relawan non-partainya guna mendukung pencapresan pada 2019.

"Jadi relawan (mulai) main sekarang, tapi harus dilawan, harus ada lawannya dari kandidat lain. Pak Jokowi sudah melaju dengan relawannya, udah start. Yang lain enggak kelihatan, padahal Pak Jokowi sudah memanaskan mesin," papar Fahri.

Dia pun lantas menantang para relawan Jokowi untuk melakukan debat terbuka sebelum debat resmi yang akan diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum.

"Maksudnya supaya ada dialektika, kalau perlu relawan-relawan lain adakan debat," tutup Fahri.

1 dari 2 halaman

Pesan Jokowi untuk Relawan

Sebelumnya, Presiden Jokowi menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Proho di Britama Arena Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengingatkan relawan bahwa penetapan capres-cawapres untuk pemilu 2019 sudah dilakukan sejak September 2018.

"Kita semuanya harus menyadari bahwa tahun depan di bulan September itu yang namanya capres dan cawapres itu sudah ditetapkan. Tahun depan, bulan September itu sudah penetapan capres dan cawapres," ujar Jokowi, Senin 4 September 2017.

Melalui pernyataan ini, Jokowi seakan mengingatkan para relawan untuk menyiapkan diri dari sekarang. Sehingga sudah siap menghadapi Pilpres mulai September 2018.

"Saya hanya ingin mengingatkan bagi yang belum sadar, bulan September itu sudah ada penetapan capres dan cawapres sekali lagi," imbuh dia.

Dengan ini, tahun politik membuat suasana akan semakin meriah. Saling lempar program hingga sindiran politik pasti lebih ramai dari tahun biasanya.

"Artinya apa tahun depan itu sudah masuk tahun politik dan sudah masuk tahun politik pasti ramai-ramainya lebih kenceng, sahut-menyahutnya pasti lebih kenceng, bener deh," ucap Jokowi.


Saksikan video menarik di bawah ini:

Saksikan Live Streaming INSPIRATO

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Jokowi: Menteri Fokus Kerja, Jangan Belum Sudah Kampanye
Artikel Selanjutnya
Jokowi ke Relawan: Ingat Pencapresan September 2018