Sukses

Jokowi Bakal Buat Surat Edaran Larangan Menteri Kampanye?

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi ingin menteri Kabinet Kerja fokus bekerja menyelesaikan tugas. Jangan malah ikut sibuk kampanye.

Pernyataan ini semacam instruksi bagi para menteri untuk tidak main-main dalam bekerja. Bisa saja, Jokowi mengeluarkan surat perintah untuk para menteri agar melaksanakan larangan berkampanye itu.

Namun, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki belum bisa menyampaikan apakah instruksi itu akan ditegaskan melalui surat.

Seperti diketahui, Jokowi pernah membuat surat agar menyampaikan sambutan tidak lebih dari 7 menit.

"Saya belum tahu itu," kata Teten di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Teten mengatakan, pada dasarnya para menteri harus lebih sungguh-sungguh dalam menjalankan program yang sudah direncanakan, sehingga semuanya dapat terwujud sesuai target yang ditetapkan.

"Intinya para menteri diminta fokus, serius, kerja menyelesaikan program-program yang sudah dijadikan prioritas. Itu saja," imbuh dia.

Saksikan video menarik di bawah ini:

Fokus Kerja

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan, ia tak ingin menteri sibuk memikirkan kampanye. Sebab, bisa membuat program dan tugas yang diemban menjadi terbengkalai.

"Jangan belum-belum sudah mau kampanye. Tidak usah kampanye-kampanye," ujar Jokowi saat membuka Rakernas III Projo, di Britama Arena Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin 4 September 2017.

Jokowi menilai, tugas kampanye bisa diambil oleh para relawan. Relawan akan turun ke masyarakat untuk menyampaikan hasil kerja pemerintah selama ini.

"Yang kampanye itu bagiannya Projo. Bener tidak? Saya tak urusi, kerja saja. Bener enggak? Karena banyak sekali yang kita kerjakan fokus pada pembangunan infrastruktur," ucap Jokowi.

Artikel Selanjutnya
Jokowi Terbitkan Perpres Penguatan Pendidikan Karakter
Artikel Selanjutnya
Jokowi Larang Menteri Kampanye, Ini Kata Mendagri