Sukses

Pemprov DKI Akan Beri Keringanan Pembayaran Tunggakan Rusun

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberikan keringanan untuk pembayaran tunggakan rusun bagi warga DKI, yang berada pada ekonomi menengah ke bawah. Pasalnya, Pemprov menilai warga Jakarta yang tidak memiliki rumah untuk tinggal merupakan tanggung jawab negara.

"Pasti, kalau mereka betul-betul tidak mampu pasti kita bantu. Kan ada banyak golongan nih. Satu dia tidak mampu, betul-betul tidak mampu, karena apa? Karena dia tidak bisa bekerja kami harus rawat, itu tanggung jawab negara," ujar Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Djarot juga mengaku siap melindungi warga DKI yang tidak mampu membayar tunggakan rusun dengan memberikan keringanan. Bahkan, dia akan membebaskannya hingga 100 persen.

"Kita lihat, bisa sampai 100 persen kalau umpamanya mereka enggak mampu. Yang kami lindungi, yang kami subsidi adalah mereka yang tidak mampu yang renta," tutur Djarot.

Adapun kriteria yang akan diringankan pembayarannya oleh Pemprov adalah masyarakat yang tergolong fakir miskin dan anak-anak telantar.

"Kami bayarin, tapi yang penting bayar, kami bayar, enggak apa-apa tergolong fakir miskin toh, ya, karena fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara negara," sambung Djarot.

Saksikan tayang video menarik berikut ini:

1 dari 2 halaman

Mampu tapi Tak Bayar

Kebijakan sebaliknya akan diterapkan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat terhadap mereka yang mampu, tapi tidak membayar rusun. Pemprov DKI tidak akan segan-segan untuk mengusir mereka.

"Yang betul-betul tidak bisa membayar karena duafa kami bantu. Tapi kalau mereka sengaja tidak mau bayar dan dia sudah bertahun-tahun tidak bayar, ya saya suruh keluar," ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Jumat 18 Agustus 2017.

Djarot meminta para penghuni rusun yang belum membayar ataupun menunggak untuk keluar dan mempersilakan cari kontrakan lebih murah.

"Yang antre (rusun) banyak, yang pengen masuk ke rusun banyak. Yang ada di rusun kemudian ongkang-ongkang saja, bermalas-malasan saja, ya silakan keluar," kata dia.

Menurut Djarot, Indonesia merupakan bangsa pejuang, pekerja keras, dan tidak mengenal menyerah.

"Kalau seperti ini terus kemudian dia mengeluh, menyerah, tidak mau berjuang untuk hidup, ya sudah. Tidak bisa. itu bukan karakter bangsa kita," ujar Djarot.

Artikel Selanjutnya
Alasan Djarot Tolak Anggarkan Gaji Pak Ogah
Artikel Selanjutnya
Djarot: Enggak Mungkin Kita Menggaji Pak Ogah