Sukses

Baru Selesai Diklat, Paskibraka 2017 Harus Fokus UTS

Liputan6.com, Jakarta - Mengejar ketertinggalan materi semua mata pelajaran di sekolah adalah pekerjaan rumah yang harus dibereskan Paskibraka 2017.

Mereka tidak bisa lagi santai-santai. Sementara waktu ini semua hal mengenai Diklat Paskibraka 2017 harus mereka lupakan. Fokus utama yang ada di depan mata adalah sekolah.

Belum lagi dalam waktu dekat sejumlah anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Istana Negara ini menghadapi ujian tengah semester (UTS).

"Kemungkinan awal September (sudah mulai UTS)," kata Muhammad Wildan Arsyad Muzaki kepada Diary Paskibraka Liputan6.com, Senin (28/8/2017).

Muhammad Wildan Arsyad Muzaki, Paskibraka Nasional 2017 Jawa Timur dari Madrasah Aliyah Negeri Pacitan

Siswa Madrasah Aliyah Negeri Pacitan, Jawa Timur, yang menjadi tim pengibar Sang Dwi Warna pada upacara penurunan tak mau menyiakan sisa waktu yang sedikit ini. Ia mau begitu masuk sekolah, proses belajar mengajar sudah aktif.

"Soalnya, sudah sebulan tidak menerima materi pelajaran sedikit pun," ujar Wildan.

Pasangan satu provinsi Fariza Putri Salsabila ini mengaku sudah menyiapkan beragam strategi guna mengejar ketertingalan itu agar berhasil saat UTS nanti.

Wildan mengaku akan mengikuti bimbingan pelajaran tambahan selain mendekatkan sejumlah guru untuk bertanya tugas apa saja yang terlewat. "Terus sama dekatin teman-teman buat tanya-tanya tentang tugas, baik itu tugas kelompok maupun pribadi," ujar Wildan.

Hal tak jauh berbeda juga diungkapkan Aldian Fahrialam (DI Yogyakarta) dan Muhammad Afif Bayhaqi (Jawa Tengah). Aldian bahkan sudah harus belajar bareng teman-temannya karena hari ini ada ulangan kimia.

Aldian Fahrialam, Paskibraka Nasional 2017 dari DI Yogyakarta yang tercatat sebagai siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta

Padahal, ia baru mulai beradaptasi kembali dengan lingkungan sekolah setelah satu bulan fokus mengikuti Diklat Paskibraka 2017.

Itu baru kimia. Masih ada satu mata pelajaran yang menurut Aldian butuh waktu untuk kembali memahaminya.

"Matematika," kata Aldian.

"Pertama, memang gurunya agak tidak mengenakkan dan membuat murid tidak begitu paham. Teman-temanku saja tidak paham, apalagi saya," tambah Aldian.

Namun ia yakin adaptasi ini tidak memakan waktu yang lama. Dan untuk materi semua mata pelajaran yang tertinggal, Aldian yakin dapat dengan cepat memahaminya.

Cerita yang sama dibagikan juga oleh Afif. Paskibraka 2017 yang tercatat sebagai siswa SMA Negeri 1 Semarang  ini mengaku merasa kikuk saat masuk di hari pertama sekolah kemarin. "Kayak orang baru di sekolah, tapi saya coba mengikuti arus saja," kata Afif.

Rencana ke depan yang akan Afif lakukan hampir sama dengan Wildan, mendekati guru  agar diberi kemudahan, tanya sama teman-teman mengenai soal materi yang ketinggalan, meminjam catatan teman, dan bimbingan belajar.

Simak video menarik berikut ini:

 

Artikel Selanjutnya
Cerita Paskibraka 2017 Asal Kaltim Raih 2 Posisi Terbaik
Artikel Selanjutnya
Waketum MPR RI E.E Mangindaan Bertemu Para Peserta LCC Sulut