Sukses


Pancasila Penting untuk Membentuk Kepribadian Bangsa

Liputan6.com, Jakarta Bertempat di Hotel Grand Victoria Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (24/8/2017), berkumpul sekitar 500 orang anggota Himpunan Wanita Karya. Mereka adalah peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan MPR bekerjasama dengan Himpunan Wanita Karya (HWK) Kalimantan Timur.

Sosialisasi ini dibuka oleh Wakil Ketua MPR H. Mahyudin, ST., MM., yang juga mantan Bupati Kutai Timur. Serta dihadiri oleh: Drs. H. Syahril Basran (Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur), Ibu Theresia Phililipus (Ketua HWK Kalimantan Timur), Ibu Ade Maria Ulfa (Ketua HWK Kota Samarinda) dan sebagai narasumber, H. M. Idris, dan H. Wardana (Anggota MPR dari Unsur DPD).

Wakil Ketua MPR Mahyudin tiba di lokasi acara disambut oleh sebuah tari dengan dilanjutkan pengalungan bunga oleh ibu-ibu anggota Himpunan Wanita Karya berpakaian adat, dan begitu Mahyudin akan memasuki tempat acara lagi ia disambut sebuah tarian untuk menghormati tamu.

Di depan para peserta sosialisasi yang terdiri dari anggota Himpunan Wanita Karya Kalimantan Timur dan Kota Samarinda, Wakil Ketua MPR Mahyudin menjelaskan panjang lebar mengenai apa itu Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), apa fungsi dan tugas-tugasnya. Selain memiliki tugas-tugas konstitusional, jelas Mahyudin, MPR sebagai lembaga negara juga mempunyai tugas menyosialisasikan Empat Pilar, sesuai amanat UU No. 17 Tahun 2014 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD)

Kepada anggota Himpunan Wanita Karya, Mahyudin menyampaikan tentang latar belakang Pancasila. Antara lain mengungkapkan bahwa Pancasila adalah nilai atau intisari bangsa Indonesia yang memang sudah ada dari dulu dan tertanam kuat dalam pribadi bangsa Indonesia. Bung Karno-lah yang menggali kembali Pancasila hingga muncul ke permukaan, selanjutnya menjadi falsafah bangsa.

Pemahaman yang benar soal agama dan nilai-nilai luhur bangsa seperti Pancasila, kata Mahyudin, sangat penting untuk membentuk kepribadian bangsa Indonesia untuk menjadi baik, bisa memilih mana yang pengaruh baik dan mana yang buruk.

“Maka itu menjadi sangat penting agar setiap anak bangsa mengenal, mencintai kembali serta mengimpelementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” karena saat ini bangsa kita digempur habis-habisan oleh berbagai kasus dan fenomena negatif yang berpotensi merusak persatuan di Indonesia. Seperti, masih banyak kasus korupsi, radikalisme, dan terorisme.

"Mengapa negara lain begitu khawatir dengan Indonesia? Karena Indonesia dengan jumlah penduduknya 200 juta jiwa lebih, punya sumber daya alam sangat berlimpah dan alam yang baik. Anehnya, mengapa kita selalu bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dasar. Itu masalahnya. Maka mereka melancarkan perang ideologi dan perang ekonomi. Kalau kita tidak mampu mengatasinya, maka kita akan selalu di bawah negara-negara lain” ujarnya.

 

 

(*)

Artikel Selanjutnya
Sosialisasi Empat Pilar MPR Kepada Mahasiswa UMJ di Bogor
Artikel Selanjutnya
Cak Imin: Islam dan Politik Tak Bisa Dipertentangkan