Sukses

Rumah Elite di Bogor Retak-Retak Akibat Proyek Gerbang Tol

Liputan6.com, Bogor - Proyek gerbang Tol Jagorawi, tepatnya di Gate Bogor III dikeluhkan warga perumahan elite Danau Bogor Raya. Pasalnya, pengerjaan proyek pintu tol itu menimbulkan getaran sehingga merusak rumah warga.

Salah satunya rumah milik Isniasih Ariyani (50) warga Blok ABCD/B6, Komplek Danau Bogor Raya. Rumahnya yang dekat dengan proyek mengalami retak akibat getaran proyek pembangunan Gate Tol Bogor III.

"Rumah saya yang paling parah. Dinding ruang tamu dan dapur retak-retak," keluh Isniasih, Bogor, Rabu (23/8/2017).

Meski begitu, hingga kini pihak PT Jasa Marga disebutkan belum mengganti rugi kerusakan yang ditimbulkan. Kesepakatan antara warga dengan pihak PT Jasa Marga pun masih sebatas lisan.

"Meski pihak PT Jasa Marga dan PT JLP datang tapi pemenuhan tuntutan kami baru sebatas lisan, tidak ada hitam di atas putih. Itu yang membuat kami kurang puas karena khawatir hanya janji belaka," kata dia.

Direktur LBH KBR Sugeng Teguh Santoso mengatakan, tak hanya kerusakan, warga juga mengeluhkan suara bising dan getaran dari proyek tersebut. Berdasarkan aspirasi warga keretakan dinding rumah terjadi sejak dimulai proyek pembangunan gerbang tol.

"Ada sekitar tujuh rumah yang kondisinya demikian," kata dia.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Tanggapan Jasa Marga

Deputi General Manager Human Resource General Afair PT Jasa Marga Cabang Tol Jagorawi, Keke Nurnaningsih mengklaim telah merespons keluhan warga yang mengalami retakan akibat getaran proyek pembangunan Gate Tol Bogor III.

"Jumat pekan lalu semua keluhan warga sudah kita penuhi, hanya warga sempat tak puas karena kesepakatan pemenuhan keluhan warga itu secara lisan. Kita janji kirim notulen rapat tersebut di email," terang Keke.

Menurutnya, semua poin keluhan yang tercantum dalam surat perjanjian itu PT Jasa Marga berjanji akan dipenuhi. "Terutama terkait keluhan kebisingan, kita segera pasang sound barrier disesuaikan dengan lokasi di situ. Kebetulan pengembangnya juga sudah datang," jelas dia.

Dari hasil kajian dan peninjauan lokasi, lanjut Keke, sebenarnya tidak semua keretakan rumah warga di perumahan tersebut disebabkan proyek gerbang tol.

"Kalau bising, iya. Karena ada rumble strip di situ untuk kendaraan yang melaju kecepatan tinggi. Tapi nanti kita akan lakukan penebalan cat di rumble strip di situ, juga akan dipasang sound barrier oleh pengembang," terang Keke.

Saat ini tengah dibangun empat gerbang tol baru untuk menunjang sistem transaksi terbuka, dengan tujuan untuk pemerataan tarif. Pengguna jalan tol dari arah Jakarta menuju Ciawi nantinya akan membayar tol di akses keluar (off ramp). Sedangkan pengguna jalan tol dari arah Ciawi menuju Jakarta akan membayar akses masuk (on ramp).

Artikel Selanjutnya
Puting Beliung dan Hujan Es Terjang Leuwiliang Bogor
Artikel Selanjutnya
BNPB: Banjir di Tol Merak Akibat Truk Kontainer Tabrak Tanggul