Sukses

Gubernur Djarot, Nasi Goreng, dan Keluarga

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memperlihatkan kepiawaiannya memasak nasi goreng. Baginya, nasi goreng bukan cuma berarti makanan.

Nasi goreng merupakan perekatnya dengan anak-anak. Oleh karena itu, bukan perkara sulit untuk memasaknya.

Istri Djarot, Happy Farida mengungkapkan, suaminya itu kerap memasak nasi goreng untuk anak-anak ketika memiliki waktu luang usaiĀ melaksanakan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Biasanya anak-anak makan nasi goreng ayam. Kalau kepepet-kepepet mama istirahat, bapaknya yang masak. Kalau anak belum makan, bapak yang sibuk," kata Happy sambil mengiris wortel untuk hiasan nasi goreng di Selasar Balai Kota, Jakarta, Sabtu (19/8/2017).

Pada rangkaian peringatan HUT ke-72 RI, Pemprov DKI Jakarta menggelar Lomba Masak Nasi Goreng Sehat. Lomba ini terasa spesial karena Djarot dan istri Happy Farida turut menjadi peserta. Peserta lainnya merupakan para pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

"Saya masak nasi goreng petai," kata Djarot.

Setibanya di meja yang disiapkan, Djarot dan Happy langsung mengenakan celemek dan topi yang disiapkan. Setelah melihat bahan-bahan dasar yang disediakan, Djarot memilih bawang merah dan bawang putih sebagai bahan yang diolah terlebih dahulu.

Pisau yang berada di tangan kanan langsung memotong beberapa butir bawang putih dan merah yang sudah tersedia. Tak disangka, politikus PDIP itu piawai mengupas bawang.

Djarot langsung menaruh beberapa bahan pendukung lainnya, seperti garam, merica, cabai, dan udang. Dia memang penyuka nasi goreng dengan cita rasa pedas.

"Biar gurih pakai udang dan telur," imbuh dia.

Setelah memasukan semua bahan, Djarot kemudian mengulek sendiri bahan nasi goreng itu. Happy juga menyiapkan bahan untuk hiasan nasi goreng.

Semua bahan yang sudah diulek kemudian digoreng dan mulai diolah bersama nasi yang sudah disiakan. Djarot sempat mencicipi nasi goreng yang tengah diproses. Dia merasa kurang pedas dan memasukkan bubuk merica ke dalam naso goreng.

"Waduh cocok ini saya. Bagaimana baunya? Mantep to," kata Djarot.

Setelah matang, nasi goreng kemudian dituangkan ke sebuah piring. Djarot dan Happy tampak sibuk menata nasi goreng petai andalan mereka. Ada timun dan wortel yang sudah diiris sebelumnya.

"Nah ini namanya kerja sama yang bagus," ucap Djarot.

Hasil masakan kemudian diletakkan di meja yang telah disediakan. Dewan juri akan menilai setiap masakah yang dihasilkan oleh peserta. Namun, Djarot meminta masakannya tidak dinilai.

"Saya enggak usah dinilai. Saya khawatir kalau dinilai nanti menang. Tapi kalau dinilai boleh tapi jangan sampai menang," tutur Djarot.

Saksikan video berikut ini: