Sukses

Sejarah Simpang Susun Semanggi

Liputan6.com, Jakarta -  

Proyek Simpang Susun Semanggi di persimpangan Jalan Sudirman dan Gatot Subrotoyang, akan diresmikan malam nanti dan digadang-gadang akan menjadi simbol baru Kota Jakarta.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Kamis (17/8/2017), proyek prestisius itu dimulai pada 1961, Presiden Soekarno tidak mau tanggung-tanggung menyambut Asian Games 1962.

Tidak hanya membangun sebuah stadion olahraga megah di kawasan Senayan, Soekarno juga membangun Jembatan Semanggi, yang kelak menjadi ikon Kota Jakarta dan simbol persatuan.

Jembatan Semanggi dibangun di bekas rawa yang ditumbuhi daun semanggi, memiliki filosofi simbol persatuan bangsa. Padahal, dulunya jembatan yang berada di persimpangan Jalan Sudirman dan Gatot Subroto ini mendapat penolakan cukup kencang, terkait krisis keuangan negara saat itu.

Namun hal itu tidak menyurutkan Soekarno untuk membangun jembatan yang dirancang Soetami, arsitek sekaligus Menteri Pekerjaan Umum.

Tengoklah sekarang, kemegahan Semanggi bertambah dengan dibangunnya proyek Simpang Susun Semanggi, sejak 8 April 2016 lalu. Dengan total dana proyek sekitar Rp 360 miliar, Simpang Susun Semanggi menjadi salah satu teknologi jembatan tercanggih saat ini.

Untuk menambah keindahan, di sepanjang bentang jalan nantinya juga diberi pencahayaan lampu warna-warni yang akan memberi efek gelombang air di malam hari.

Jalan layang Simpang Susun Semanggi akan diresmikan pada Kamis malam nanti, sebagai salah satu persembahan Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia.