Sukses

Ahok Sebut Dapat Ancaman Pembunuhan Akibat Ulah Buni Yani

Liputan6.com, Bandung - Jaksa penuntut umum membacakan 13 poin kesaksian Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam sidang dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan terdakwa Buni Yani. Kesaksian Ahok yang dibacakan ini telah tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

BAP itu dibacakan JPU berdasarkan pemeriksaan mantan Gubernur DKI Jakarta itu oleh penyidik Ditreskrimus Polda Metro Jaya pada 7 Oktober 2016.

Pada keterangannya, Ahok menyebut ulah Buni Yani telah merugikannya. Dia juga merasa difitnah oleh Buni Yani. Ahok bahkan mengaku pernah diancam dibunuh karena dianggap telah menistakan agama.

"Saya mengalami kerugian antara lain, saya mengalami fitnah di mana banyak orang, terutama warga DKI Jakarta menganggap saya menista salah satu agama. Saya juga merasa terancam karena sampai ada seseorang yang ingin membunuh saya, dengan imbalan uang sejumlah satu miliar karena saya telah menistakan agama," ujar Ahok dalam BAP yang dibacakan JPU Andi M Taufik, di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa.

Ahok mengaku sempat diminta mundur oleh salah satu partai saat mencalonkan diri sebagai gubernur petahana dalam Pilgub DKI Jakarta.

"Dalam pelaksanaan kampanye saya ditolak di beberapa tempat, dikarenakan saya telah dituduh menistakan agama," kata Ahok.

Dia juga tidak mengakui postingan Buni Yani yang menulis, "Bapak ibu dibohongi surat Al Maidah 51 masuk neraka," sesuai dengan apa yang diucapkannya di Kepulauan Pramuka.

"Dapat saya jelaskan bahwa kalimat bapak ibu dibohongi surat Al Maidah 51 masuk neraka, tidak sesuai dengan apa yang saya sampaikan saat memberikan kata sambutan di tempat pelelangan ikan di Pulau Pramuka," ucap Ahok, seperti dilansir oleh Antara.

Menanggapi pembacaan BAP Ahok, salah satu pengacara Buni Yani Aldwin Rahadian menyebut kesaksian itu tidak berdasar, sehingga bisa digugurkan. Dia menyebut ucapan Ahok lah yang membuat masyarakat resah karena menyinggung surat Al Maidah.

"Timbulnya keresahan ini bukan karena postingan Buni Yani, tetapi keresahan itu karena ucapan dari terdakwa sendiri tentang surat Al-Maidah. Jadi jelas, kesaksian ini dapat digugurkan dan ini suatu fitnah kepada Buni Yani," kata Aldwin.

Saksikan video berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Duterte Perintahkan Polisi Filipina Habisi Nyawa Kelompok 'Idiot'
Artikel Selanjutnya
Ahmad Dani Jadi Saksi Meringankan Sidang Buni Yani