Sukses

Ini Peran 3 Pengendali Penyelundupan Sabu 1 Ton di Anyer

Liputan6.com, Jakarta - Polri bekerja sama dengan Kepolisian Taiwan terus mengusut kasus penyelundupan sabu seberat 1 ton di kawasan Pantai Anyer, Serang, Banten, beberapa waktu lalu. Kini, tiga orang yang diketahui sebagai pengendali penyelundupan telah ditangkap di Taiwan oleh kepolisian setempat.

Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Bambang Yudhantara mengatakan, ketiga pelaku yang masing-masing berinisial YHC alias Aping, YPC alias Apao, dan DZS alias Aseng merupakan WN Taiwan. Mereka memiliki peran yang berbeda-beda.

Tersangka bernama Aping berperan mengkoordinasi dan mengendalikan semua kegiatan operasi penyelundupan barang haram dalam jumlah fantastis ini. Dia juga yang memegang uang selama operasi berlangsung.

"Lalu tersangka atas nama YPC alias Apao itu berperan menyediakan semua sarana dan prasarana para pelaku, mulai dari tiket, kendaraan selama berada di Indonesia untuk menjalankan operasi," ujar Bambang di Jakarta, Minggu (13/8/2017).

Sementara itu, tersangka Aseng diketahui sebagai orang dari kelompok ini yang pertama kali datang ke Indonesia. Dia datang lebih dulu untuk menyurvei beberapa lokasi yang akan dijadikan sasaran penyelundupan sabu.

"Ia juga berperan mencari dan merekrut orang untuk melakukan operasi di Indonesia. Pada November 2016 datang ke Jakarta bertemu saksi AN, bilang mau bisnis di Indonesia dan minta dicarikan rumah. Rumah tersebut ternyata nantinya akan digunakan untuk gudang narkotika," jelas dia.

Ketiga tersangka tersebut saat ini masih ditahan Kepolisian Taiwan. Dalam waktu dekat, penyidik Polda Metro Jaya akan dikirim ke Taiwan untuk melakukan penyidikan.

"Kemungkinan akhir bulan ini penyidik akan ke sana (Taiwan) untuk memeriksa tersangka guna mendalami jaringan ini. Saat ini sedang proses administrasi," ucap Bambang.

Sebelumnya, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Depok menggagalkan upaya penyelundupan sabu 1 ton di kawasan Pantai Anyer, Banten, Kamis, 13 Juli lalu. Sabu dengan kualitas tinggi tersebut diketahui berasal dari Tiongkok.

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap empat tersangka yang merupakan WN Taiwan. Satu di antaranya terpaksa ditembak mati lantaran berusaha melawan dengan cara menabrakkan mobil ke arah petugas.

Selang beberapa hari, tim dibantu jajaran Polda Kepulauan Riau dan Bea Cukai Batam berhasil mengamankan Kapal Wanderlust yang digunakan untuk menyelundupkan sabu tersebut. Dalam operasi itu, lima anak buah kapal (ABK) yang merupakan warga asing juga ditangkap.

Dengan begitu, total pelaku saat ini berjumlah 12 orang. Delapan pelaku ditahan di Indonesia, tiga orang ditahan di Taiwan, dan satu lainnya tewas saat penggalan penyelundupan sabu di Anyer.

 

Saksikan video menarik di bawah ini: