Sukses

Masinton: Pansus Angket Tidak Bodoh

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Pansus Angket KPK DPR RI Masiton Pasaribu menyatakan Pansus Angket KPK itu tidak bodoh. Hal tersebut disampaikannya karena ada yang mempertanyakan mengapa pansus menjadikan para narapidana korupsi sebagai sumber informasi.

“Jadi kenapa kami (pansus angket KPK.red) datang ke sana, apakah itu menjadi sumber informasi satu-satunya. Tentu tidak. Ada yang bilang, Pansus Angket kok seperti itu. Dikiranya kita itu bego-bego amat,”. Ungkapnya dalam diskusi dialektika demokrasi bertema

“Pansus KPK dan Pemberantasan Korupsi” bersama Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhi Masardi, Pengamat Hukum Johnson Panjaitan dan Rektor Universitas Muhamadiyah Jakarta Prof Syaiful Bachri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (02/8/2017)

Dijelaskan politisi PDI Perjuangan ini, tentunya informasi yang didapat pansus tidak ditelan mentah-mentah. Pansus kemudian melakukan verifikasi dan check and re check.

“Masa kita tidak verifikasi informasinya. Apa dikira DPR ini bego-bego. Kita datang kita telan mentah-mentah. Ya ngga gitu keles (menirukan gaya anak muda). Kita tidak bego-bego amat. Informasinya kita terima kita verifikasi kita lakukan check and re check,” jelas anggota Komisi III DPR ini.

Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa narapidana koruptor bukan satu-satunya sumber informasi bagi Pansus Angket KPK DPR.

Sementara menurutnya, KPK sendiri sekarang ini menjadikan narapidana koruptor Nazarudin dibina dan menjadi narasumber KPK.

“Dia tuduh sana, tuduh sini. Kapan KPK ingin menghantam sesuatu dia akan keluarkan Nazarudin seolah-olah diperiksa dan di sana sudah disiapkan media dan sebagainya. Dan Nazarudin akan ngomong sesuai apa yang diinginkan KPK, itu modusnya,” ungkapnya.

 

 

(*)

Artikel Selanjutnya
Tak Dapat Rompi Oranye, Masinton PDIP Tinggalkan KPK
Artikel Selanjutnya
Datang Bawa Koper, Masinton Pasaribu Minta Ditahan KPK