Sukses

Gerindra: Kami Hormati Semua Partai, Termasuk PDIP

Liputan6.com, Jakarta - Gerindra menegaskan, pernyataan Arief Poyuono soal PDIP bukanlah sikap partai. Meski Arief merupakan Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, pernyataannya tidak mewakili partai.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra bidang Politik Fadli Zon menyayangkan tindakan Arief.

Menurut dia, Gerindra selalu menghormati dan berusaha menjaga hubungan baik dengan semua partai politik. Sekalipun dengan PDIP yang merupakan lawan Gerindra pada Pilpres 2014.

"Meski berkompetisi secara elektoral, Gerindra menganggap PDIP juga partai-partai lainnya sebagai mitra dalam berdemokrasi. Sebagai mitra, tentu ada fatsun (sopan santun) yang harus dijaga dalam berkomunikasi, dan kami menjunjung tinggi hal itu," ujar Fadli melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Dia mengatakan kejadian ini mendapat perhatian khusus dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. "Ketua umum kami, Pak Prabowo sangat memperhatikan kasus yang seharusnya tak perlu terjadi ini," lanjut Fadli Zon.

Prabowo, lanjut dia, menyampaikan pesan agar persoalan ini diklarifikasi dan jangan sampai mengganggu hubungan kelembagaan antara Partai Gerindra dengan PDIP. Sebagai partai oposisi, pokok kritik Gerindra tidak pernah menunjuk ke individu atau organisasi. Kritik Gerindra ditujukan kepada kebijakan.

Kritik Gerindra, lanjut dia, selalu dilontarkan berdasar data dan tidak asal bicara.

"Kritik pun didasarkan pada data dan fakta yang akurat, bukan karena benci atau dendam. Justru karena cinta pada NKRI. Itu sebabnya kami juga sangat menyayangkan pernyataan saudara Arief. Partai akan menegur yang bersangkutan terkait persoalan ini. Ia harus mempertanggungjawabkan ucapannya," Fadli menjelaskan.

Permohonan Maaf

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan para kadernya terkait pernyataan 'Wajar PDIP disamakan dengan PKI'. Ia mengungkapkannya dalam secarik kertas yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000.

"Bersama ini terkait pemberitaan di beberapa media massa yang menyebutkan pernyataan saya yang mengatakan, WAJAR SAJA KALAU PDIP SERING DISAMAKAN DENGAN PKI KARENA MENIPU RAKYAT, dengan ini saya mengklarifikasi bahwa saya tidak bermaksud mengatakan bahwa PDIP adalah PKI dan menipu rakyat," demikian surat Arief yang diterima Liputan6.com, Jakarta, Selasa 1 Agustus 2017.

Dia menegaskan, sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, PDIP bukanlah PKI. Terlebih dalam programnya selalu mengedepankan kemakmuran masyarakat.

Saksikan video berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Mardani: Gerindra Kalah Pilgub 2013 karena Tak Gabung PKS
Artikel Selanjutnya
3 Nama Calon Presiden yang Dipertimbangkan PAN, Siapa Saja?