Sukses

Tekad Berhaji ke Tanah Suci

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 5.000 calon jemaah haji Indonesia sudah tiba di Madinah, Arab Saudi. Ratusan ribu jemaah haji asal Indonesia lainnya akan menyusul untuk menunaikan ibadah rukun Islam ke lima itu bersama jutaan umat Muslim lainnya dari seluruh dunia.

Kepala Daerah Kerja Bandara Arsyad Hidayat mengatakan, semua proses layanan terhadap jemaah haji hingga saat ini tidak ada kendala. Seluruh petugas yang berada di bandara telah memberikan pelayanan maksimal.

"Hingga Sabtu pagi sudah ada 13 kloter dari 8 embarkasi tiba di Madinah. Total jemaah yang sudah tiba ada 5 ribu," terang Arsyad, Sabtu 29 Juli 2017.

Jemaah haji yang tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah juga mengaku pelayanan yang didapatkannya bagus.

"Alhamdulillah senang pelayanan bagus, ini adalah pengalaman pertama," kata Ratna Ningsih, jemaah haji asal Embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur sesaat mendarat.

Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI) mengingatkan jemaah haji agar lebih memperhatikan ibadah salat Arbain begitu tiba di Kota Madinah.

Salat Arbain merupakan ibadah awal kedatangan selama 40 kali berturut-turut tanpa putus di Masjid Nabawi, Madinah. Serta, tidak boleh tertinggal takbiratul ihram.

Bus Shalawat untuk jemaah haji Indonesia. (Liputan6.com/Anri Syaiful/wwn)

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Amin Handoyo mengimbau jemaah menjaga kesehatannya mengingat saat ini puncak musim panas. Tanpa kesehatan yang baik, ibadah Arbainnya sulit untuk dipenuhi

Di tempat sama, Konsulat Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohammad Hery Saripudin, berpesan agar jemaah haji Indonesia bisa menjaga sikap di negeri orang.

"Jemaah kita dikenal santun. Jadi, jaga predikat ini," ucap dia.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Amin Handoyo juga mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan akomodasi untuk calon jemaah haji Indonesia sejak Desember 2016. Tahapannya berupa survei hingga pengadaan.

"Proses pengadaan pondokan dilakukan sejak bulan Desember 2016 dan dilakukan secara cermat demi kenyamanan jemaah," ungkap Amin di Madinah, Arab Saudi, Sabtu 29 Juli 2017, waktu setempat.

Demi kenyamanan jemaah, setiap kamar maksimal diisi enam orang. Ada 131 hotel yang akan melayani jemaah haji Indonesia saat berada di Madinah untuk keperluan ibadah Arbain.

Sementara itu, jarak pondokan paling jauh dari Masjid Nabawi adalah 1,2 kilometer. "Nanti jemaah yang jauh hotelnya akan dilayani Bus Selawat seperti di Madinah," jelas Amin.

Saksikan video di bawah ini:

 

 

1 dari 3 halaman

Musim Panas

Musim haji 2017 bertepatan dengan puncak musim panas Arab Saudi. Cuaca panas di siang hari mencapai 41-48 derajat dengan kelembaban 24-29 persen.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekah Petugas Haji Indonesia Nasrullah Jasam menyampaikan beberapa imbauan kepada jemaah calon haji asal Tanah Air, untuk mengantisipasi cuaca panas tersebut.

"Tidak melakukan aktivitas di luar kegiatan ibadah supaya kegiatan energi kesehatan terpelihara. Sehingga di puncak Haji 8 Dzulhijah dalam kondisi prima, di Armina benar-benar maksimal puncak ibadah haji, sehingga (stamina) tidak habis," kata Nasrullah di Mekah, Jumat 28 Juli.

Nasrullah mengingatkan, jemaah harus banyak mengonsumi air mineral agar tidak dehidrasi, serta mengenakan masker untuk meminimalisir debu dan cuaca panas.

Selain itu, ia menambahkan, jemaah juga harus makan yang diberikan oleh katering yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia karena menyangkut kebutuhan gizi.

Jemaah haji juga harus memakai masker yang telah dibasahi karena kelembaban udara di Kota Madinah sangat kering. Jika tubuh tidak kuat, maka akan membuat hidung berdarah.

"Yang paling ringan kulit kering dan bibir pecah-pecah. Paling berat heat stroke yang dapat berakibat penurunan kesadaran hingga kematian," kata Kasubsi KKHI Madinah Ika Nurfarida Sholeh, Jumat 28 Juli 2017.

Jemaah haji tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, Arab Saudi (Liputan6.com Taufiqurrohman)

Untuk mengantisipasi serangan penyakit akibat suhu tinggi, Ika membagikan sejumlah langkah pencegahan bagi calon jemaah haji:

1. Banyak minum, 300 cc/jam tanpa menunggu haus

2. Memakai pelindung: payung, topi, alas kaki, kacamata hitam, berteduh, masker basah, tabir surya

3. Hindari aktivitas fisik yang berlebihan terutama di luar gedung

4. Menyemprot wajah dan bagian tubuh yang terpapar sinar matahari

Sementara, dua calon jemaah haji Kloter 01 Embarkasi Medan dilarikan ke rumah sakit sesampainya di Madinah. Keduanya mengalami gangguan kesehatan setelah menempuh perjalanan selama sembilan jam dari Bandara Internasional Kualanamu Medan, Sumatera Utara ke Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz Madinah.

Kedua jemaah mendapat perawatan medis lanjutan di rumah sakit setelah menjalani pemeriksaan di klinik bandara.

"Satu jemaah yakni Ny DD, 55, didiagnosa mengalami hipertensi sehingga dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI)," kata Kasubsi KKHI Madinah, Ika Nurfarida Sholeh, Jumat (28/7/2017).

Sedangkan satu jemaah haji lainnya dilaporkan mengalami diabetes traumatik atau kesadaran yang menurun akibat penyakit tersebut. Dia adalah Ny YM. Yang bersangkutan langsung dirujuk ke Mosat Hospital, Madinah.

 

2 dari 3 halaman

Perjuangan ke Tanah Suci

Dari seluruh calon jemaah haji Indonesia, terdapat satu nama jemaah yang diklaim sebagai yang tertua berangkat ke Tanah Suci. Dia bernama Baiq Maria, calon haji asal Nusa Tenggara Barat.

Keberangkatan Baiq Maria ini mendapat perhatian Presiden Jokowi. Melalui akun Facebook resminya @Jokowi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan kekagumannya terhadap Baiq Maria yang tetap menjalankan haji kendati usianya sudah memasuki lebih dari seabad.

"Baiq Mariah sudah berusia 104 tahun, tapi semangatnya untuk beribadah sungguh mengagumkan," ujar Jokowi, Sabtu (29/7/2017).

Yang membuat Jokowi kagum dengan nenek Maria yaitu kesabaran dan tekadnya menunggu keberangkatan menunaikan Rukun Islam ke-5 itu.

"Ia menunggu bertahun-tahun lamanya untuk menunaikan ibadah haji tahun 2017. Dengan usia lebih satu abad itu, perempuan dari Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menjadi calon jamaah haji tertua Indonesia tahun ini. Usianya terpaut 88 tahun dengan Rihadatul Ais Kaziah dari Jawa Barat yang menjadi jemaah termuda di usia 16 tahun," kata Jokowi.

Jokowi berharap pelaksanaan ibadah haji pada 1438 H atau tahun 2017 ini berjalan dengan lancar. Pemerintah berusaha memberikan pelayanan dan perlindungan sebaik mungkin demi kekhusyukan ibadah jemaah Indonesia.

"Semoga menjadi haji yang mabrur. Labbaik Allahumma Labbaik," Jokowi menandaskan.

Calon jemaah haji Indonesia dari Solo. (Liputan6.com/Fajar Abrori)

Sementara itu, menunaikan ibadah haji merupakan cita-cita setiap umat muslim. Tak terkecuali bagi Dedi Somantri kakek berusia 63 tahun warga Kampung Sala Awi Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Meski dalam kesehariannya ia hanya sebagai pedagang tahu goreng keliling. Namun karena usaha dan tekadnya sangat tinggi tahun ini ia akan berangkat beribadah haji.Tidak mudah bagi Dedi menabung untuk berhaji. Selama 37 tahun ia harus disiplin menabung.

Di Tangerang, Banten seorang kakek yang bekerja sebagai satpam tahun ini mampu menunaikan ibadah haji bersama istrinya. Dengan tekad kuat, Jamaludin Kakek yang kini usianya sudah mencapai 63 tahun ini berjuang menabung selama 37 tahun untuk bisa pergi berhaji.

Tak hanya itu, berbekal tekad kuat, Kadiran, pria asal Jember, Jawa Timur, yang sehari-hari berkeliling jualan bakso berhasil menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilannya untuk menunaikan ibadah haji.

Kerja keras dari berdagang bakso mengantarkan Kadiran bergabung dengan ribuan jemaah calon haji lainnya. Ia tergabung dalam kloter 27 dan akan terbang ke Tanah Suci pada 3 Agustus 2017.

Sementara itu, keterbatasan fisik tak menyurutkan seorang penjahit difabel asal Banjarnegara, Jawa Tengah, untuk menunaikan rukun Islam kelima. Muhammad Manshur (62), warga Desa Mantrianom ini akan segera naik haji, pada 8 Agustus mendatang.

Selain Manshur, panggilan beribadah haji juga dapat diwujudkan Wagiran, warga Desa Rejoagung, Tulungagung, Jawa Timur. Wagiran bisa menunaikan ibadah haji dari hasil kerja serabutan mengayuh becak dan buruh angkut barang di Pasar Grosir Ngemplak.

Kakek dua cucu ini dijadwalkan berangkat 29 Juli mendatang melalui Kloter 7 Wagiran. Dia pun berharap kelak istrinya juga bisa berangkat untuk menunaikan ibadah haji.

Artikel Selanjutnya
Cerita Jemaah Haji Indonesia Akan Pulang ke Tanah Air