Sukses


Warga Transmigran Sitiung Melepas Rindunya Menonton Wayang Kulit

Liputan6.com, Jakarta Wayang kulit adalah salah satu jenis kesenian tradisional yang sangat diminati oleh warga transmigrasi di Sitiung di Sumatera Barat. Kesempatan itu pun mereka peroleh Sabtu malam (15/7/2017).

Malam itu MPR bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya menyelenggarakan pagelaran wayang kulit dengan lakon "Semar Mbabar Katenteraman" di lapangan Putra Jaya, Jorong Sungai Kalang, Nagari Tiumang, Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Untuk melepas rindunya pada seni budaya wayang kulit, masyarakat yang bermukim di pemukiman transmigran Sitiung 1 hingga 5 di Kabupaten Dharmasraya ini berduyun-duyun menuju lapangan Putra Jaya di Jorong Sungai Kalang itu.

Mereka begitu antusias ingin menyaksikan dalang Ki Margono Prasetyo, S.Sn., yang sengaja didatangkan dari Solo, memainkan lakon "Semar Mbabar Katenteraman". Di antara warga penggemar kesenian wayang kulit itu, antara lain hadir anggota MPR RI Fraksi PKS DR. H. Hermanto, SE., MM., sekaligus juga mewakili Pimpinan MPR membuka pagelaran wayang ini.

Selain itu juga hadir Camat Tiumang Reza Deswandi mewakili Bupati Dharmasraya, Adi Gunawan (Bupati Dharmasraya periode 2009-2014), Wakil Sesjen MPR Dra. Selfie Zaini, Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah, SE., MM., anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Widayatmo, SE., dan undangan lainnya.

Hermanto atas nama pimpinan MPR membuka secara resmi pagelaran wayang kulit ini, ditandai dengan penyerahan tokoh wayang kepada dalang Ki Margono.

"Tujuan pagelaran wayang kulit ini untuk memberikan pemahaman tentang ideologi negara, yaitu Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negaran," ujar Hermanto dalam sambutannya.

Menurut politisi PKS ini, Empat Pilar perlu disosialisasikan mengingat ungensinya untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Di negara yang begitu beragam, terdiri dari 17 ribu pulau, 1258 suku bangsa, termasuk di dalamnya enam agama, Pancasila menjadi alat pemersatu bangsa.

"Pancasila adalah ideologi yang memuat nilai-nilai agama dan nilai kebangsaan," ungkap Hermanto, anggota MPR asal Sumatera Barat ini.

Sementara Wakil Sesjen MPR Dra. Selfie Zaini dalam sambutannya menyatakan, pagelaran wayang ini memiliki arti penting dan bermakna strategis dalam upaya menyosialisasikan nilai-nilai Empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, kata Selfie, dapat menyegarkan kembali komitmen seluruh komponen bangsa agar selalu menjunjung nilai-nilai luhur bangsa.

Selfie juga berharap, melalui pagelaran ini, kita semakin mengetahui dan sekaligus juga memahami ragam budaya yang berkembang di masyarakat.

"Dengan mengetahui dan memahami ragam budaya, kita dapat mengembangkan pilar-pilar kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adli dan makmur," harap Selfie yang mengaku sebagai orang Minang, ini untuk pertama kali berkunjung ke Kabupaten Dharmasraya, dan itu pun karena ada kegiatan wayang kulit.

(*)