Sukses

Sarang Para Milisi Filipina Selatan

Liputan6.com, Jakarta - Teror ISIS semakin nyata mendekati wilayah Asia Tenggara. Filipina Selatan yang sebelumnya memang selalu panas oleh aksi para kelompok separatis, semakin bergejolak dengan adanya pihak-pihak yang berbaiat kepada kelompok teror dari Timur Tengah itu.

Sejak 23 Mei lalu, pemerintah Filipina memberlakukan darurat militer di kota Marawi, Provinsi Mindanao, Filipina. Pecahnya konflik senjata yang hampir menghancurkan seluruh kota berpenduduk sekitar 200 ribu jiwa itu berawal dari perburuan pimpinan militan, Isnilon Hapilon oleh pasukan pemerintah. 

Sejarah mencatat, kelompok militan di Filipina Selatan sudah ada jauh lebih lama dari kelompok teror bernamakan ISIS ini. Hampir sejak 50 tahun lalu, sekelompok warga yang menamakan dirinya warga Moro --mayoritas muslim, di bagian selatan Filipina, memperjuangkan kemerdekaan wilayah mereka dari Filipina.

 

Seiring waktu, kelompok separatis pertama yang muncul bernama Moro National Liberation Front (MNLF) berkembang hingga menjadi lebih dari lima kelompok. Kini, beberapa kelompok mengikuti tren dengan berbaiat pada ISIS. 

Pecahnya pertempuran di selatan Filipina mau tidak mau membuat Indonesia bersiaga. Perbatasan laut terluar Indonesia di bagian utara, salah satunya adalah Filipina. Tidak lebih dari enam jam perjalanan laut dari wilayah selatan Filipina ke pulau terluar Indonesia di bagian utara.

Artikel Selanjutnya
Menyoal Gerakan Anti-Yahudi di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Ketua Umum PBNU: Nabi Muhammad Tidak Membangun Negara Islam