Sukses

Beginilah Suasana Mudik Gratis 15 Ribu Pedagang Jamu Sido Muncul

Liputan6.com, Jakarta Pemandangan berbeda terlihat di area Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur pada Sabtu Pagi (17/6). Ratusan bus dengan spanduk produk jamu Sido Muncul berjajar untuk bersiap mengantar para pemudik menuju kota tujuan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Ribuan pedagang jamu dan pedagang asongan berdatangan sejak pukul 5.00 pagi untuk mengikuti program mudik gratis yang digelar PT. Sido Muncul, Tbk. Layaknya pulang kampung, mereka membawa barang bawaan yang dikemas dalam tas dan kardus-kardus. Raut wajah gembira tampak jelas dari para pemudik yang segera bertemu dengan kerabat di kampung halaman.

Ribuan pedagang jamu dan pedagang asongan berdatangan sejak pukul 5.00 pagi untuk mengikuti program mudik gratis yang digelar PT. Sido Muncul, Tbk.

Sambil menunggu keberangkatan bus, mereka menikmati suguhan booth dan hiburan di panggung utama yang disediakan pihak Sido Muncul mulai dari penampilan Tantri "Kotak", Tari-tarian daerah dari Batavia Dance dan berbagai doorprize seru.

Pada penyelenggaraan mudik ke-28 ini, Sido Muncul memberangkatkan 15 ribu pemudik dengan 260 bus menuju 7 kota tujuan, yaitu Cirebon, Kuningan, Tegal, Banjarnegara, Solo, Wonogiri, dan Yogyakarta.

Direktur PT Sido Muncul, Tbk, Irwan Hidayat mengungkapkan animo masyarakat untuk mengikuti mudik gratis Sido Muncul masih tinggi, namun tidak seheboh tahun 2000an.

"Tahun ini jumlah peserta mudik gratis Sido Mucul berkurang dibanding tahun lalu. Hal ini dikarenakan ekonomi pedagang jamu membaik . Mereka bisa mudik sendiri, naik kereta dan bahkan mobil pribadi. Infrastuktur juga meningkat jalan tol tersambung dari Jakarta, Semarang sampai Solo," ujar Irwan Hidayat sebelum melepas para pemudik di TMII, Jakarta.

Direktur PT Sido Muncul, Tbk, Irwan Hidayat bersama panitia yang mengenakan simbol-simbol kadaerahan.

Lebih lanjut Irwan menjelaskan bahwa mudik gratis tahun ini mengusung tema Mudik Bareng Guyub Rukun seperti anjuran dari Pemerintah.

"Kita mengapresiasi cita-cita pemerintah yang ingin membangun kembali persatuan. Mudik Bareng Guyub Rukun ini menjadi simbol dukungan. Rukun pangkal kaya, semua yang tidak rukun akan hidup miskin. Makanya, disini panitia menggunakan simbol-simbol daerah yang beragam, saya ini pakai kain tenun dari Flores dan panitia lain ada yang pakai dari Bali, Kalimantan, Lampung, Palembang, dan lain-lain," jelas Irwan Hidayat.

Pihak Kementerian Perhubungan dan Pemprov DKI Jakarta turut mengapresiasi program mudik gratis yang rutin digelar PT Sido Muncul sejak tahun 1991. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang dalam sambutannya diwakili oleh Direktur Angkutan dan Multimoda Cucu Mulyana mengatakan bahwa mudik gratis yang diselenggarakan Sido Muncul berkontribusi untuk mengurangi pemudik dengan kendaraan pribadi.

"Mudik gratis ini sangat penting untuk mengurangi jumlah pemudik kendaraan pribadi dan sepeda motor, mengurangi kepadatan lalu lintas, dan mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas," kata Menteri Budi Karya dalam sambutannya yang diwakili Direktur Angkutan dan Multimoda Cucu Mulyana.

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat dan Direktur PT Sido Muncul, Tbk, Irwan Hidayat di atas Panggung Hiburan Mudik Gratis Bareng Sido Muncul.

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat dalam sambutannya berharap tahun depan mudik gratis tidak bertambah banyak. Yang berarti bahwa daerah makin maju, orang tidak datang ke Jakarta karena sudah tinggal di kota masing-masing.

"Kalau tahun depan jumlah mudik makin sedikit, itu berarti orang Jakarta bisa mudik sendiri-sendiri sudah sejahtera dan kaya. Semakin dikit makin baik, berarti daerah makin maju dan masyarakatnya sejahterah," ujar Djarot yang kehadirannya disambut riang oleh Irwan Hidayat karena untuk pertama kalinya Gubernur DKI Jakarta turut melepas rombongan mudik gratis Sido Muncul.

Salah satu peserta mudik yang juga pedagang jamu di Pasar Senen, Ibu Rini mengaku gembira bisa kembali mengikuti program mudik gratis dari Sido Muncul.

"Senang bisa mudik gratis lagi, bareng keluarga. Kebetulan suami, saudara, dan kakak ipar juga pedagang. Jadi, bisa mengikuti mudik gratis rame-rame. Setiap keluarga dapat 3 tiket mudik gratis. Dari belum menikah, sampai menikah dan punya anak, saya selalu ikut mudik barang Sido Muncul," ujar Rini yang sudah 12 kali ikut mudik.

Pasangan Suami-Istri, Kanio dan Sumiati juga merasakan hal yang sama. Tak sekedar mudik gratis, tapi mudik bareng Sido Muncul juga memberikan keamanan.

"Selama ini pulang mudik selalu gratis, kalau naik bus kan harganya mahal. Mudik ini sangat membantu, sampai tujuan juga lancar. Harapannya tahun-tahun depan ada lagi mudik gratis," ujar Kanio yang sudah 25 tahun ikut program mudik gratis dan mudik ke Wonogiri.

Tak lupa, Kanio juga mengucapkan terima kasih kepada Direktur Irwan Hidayat. Berkat jualan jamu selama puluhan tahun, dirinya mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga bangku perkuliahan.

Para pemudik mengibarkan bendera merah putih saat jelang keberangkatan.

Penyelenggaraan mudik gratis Sido Muncul yang telah berjalan puluhan tahun, membuat Irwan Hidayat merasa takjub dan bersyukur.

"Sido Muncul bisa menyelenggarakan Mudik Gratis selama 28 kali adalah sebuah mukjizat. Saya berharap para pemudik bisa sampai dengan selamat di kampung halaman dan merayakan lebaran bersama keluarga. Atas nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin," ucap Irwan Hidayat.

 

(Adv)

Artikel Selanjutnya
Miniatur Bernuansa Mudik Lebaran di Stasiun Kereta Api
Artikel Selanjutnya
Serunya Suasana Mudik Lebaran dalam Diorama