Sukses

Riwayat Bertetangga Qatar dan Negara Teluk Lainnya

Liputan6.com, Jakarta - Sejak 4 Juni 2017, sembilan negara yakni Arab Saudi, Bahrain, Mesir, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain, Yaman, Libya, Maladewa, Mauritius, dan Mauritania memutuskan hubungan dengan Qatar. Mereka kompak menuding Qatar mendukung terorisme dan musuh mereka, Iran.

Krisis Teluk yang melibatkan Qatar dan Arab Saudi cs belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Doha menegaskan tidak siap mengubah kebijakan luar negerinya demi menyelesaikan konflik. Selain itu, mereka juga tidak akan pernah berkompromi atau menyerah atas tekanan sejumlah negara.

Nyatanya, kehidupan bertetangga negara teluk bukan kali ini saja memanas. Qatar, negara muda yang baru berusia 46 tahun tersebut sempat beberapa kali dimusuhi oleh tetangganya, khususnya Arab Saudi.

 

 

Penarikan duta besar Arab Saudi dari Qatar pernah terjadi beberapa tahun lalu. Namun kali ini, ketegangan yang terjadi tidak hanya sekadar memutuskan hubungan diplomatik berupa penarikan duta besar. Warga Qatar yang berada di Arab Saudi juga diimbau untuk angkat kaki dalam waktu yang ditentukan, hingga penutupan akses lalu lintas darat, udara dan laut antara Arab Saudi-Qatar, juga Bahrain-Qatar. 

Namun, terlepas dari terkenalnya Qatar sebagai negara terkaya di dunia karena limpahan minyak dan gas alamnya, negara yang luasnya hanya dua kali Pulau Bali itu berdampingan darat dengan Arab Saudi, tetangga yang kini memusuhinya. Fakta ini memicu kekhawatiran akan kenaikan harga dan kekurangan pangan. Antrean panjang dilaporkan telah terjadi, menyusul stok di sejumlah pusat perbelanjaan mulai habis.

Artikel Selanjutnya
Istana: Tidak Benar Gaji Presiden dan Wakil Presiden Naik
Artikel Selanjutnya
Menhub Imbau Pemudik Lakukan Remcek Saat Arus Balik