Sukses

Menag: Tak Ada Alasan Sebut Pancasila Tidak Sejalan dengan Agama

Liputan6.com, Samarinda - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Pancasila adalah rumusan untuk mewujudkan nilai agama dalam konteks berbangsa dan bernegara. Esensi Pancasila sangat religius dan agamis. Karenanya, tidak ada alasan untuk mengatakan Pancasila tidak sejalan dengan agama.

Hal ini dikatakan Menteri Agama Lukman Hakim saat memberikan sambutan pada Rakernas Majelis Pandita Buddha Maetriya Indonesia (Mapanbumi) di Mahavihara Sejahtera Maetriya, Samarinda, Jumat 2 Mei 2017.

Menurut dia, Pancasila menjamin setiap warga bangsa untuk melaksanakan perintah agama dengan tetap mengedepankan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Kita dapat menjalin pergaulan dengan prinsip saling menghormati nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh subur dalam taman sarinya pergaulan, saling menghormati perbedaan dan keberagaman dalam masyarakat yang majemuk," papar Menteri Lukman seperti dikutip dari kemenag.go.id, Sabtu (3/6/2017).

Menteri Lukman mengajak umat Buddha untuk terus memperkuat pemahaman terhadap Pancasila sebagai falsafah bangsa, pandangan hidup, ideologi bangsa. Pemahaman itu kemudian diwujudkan dalam semangat membangun rasa kebangsaan dengan sikap saling menghargai, mengedepankan dan mengembangkan nilai cinta kasih kepada masyarakat yang beragam.

Kepada para pemuka agama, Menteri Lukman berharap terus istiqamah dalam jalan membina kerukunan umat beragama.

"Semua perbedaan akan dapat diselesaikan dengan baik, sebab kita semua disatukan dengan semangat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai agama," tutur dia.

Hadir dalam Rakernas dan Peresmian Maha Vihara, Pengurus Pusat Mapanbumi, Gubernur Kaltim, Ketua DPRD Kaltim, Pangdam dan jajaran, Kapolda dan jajaran, Wakil Walikota Banjarmasin, FKUB Provinsi dan Kota, PGI, PHDI, Walubi, Matakin, Tokoh adat, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Ikut mendampingi Menteri Lukman Kakanwil Kemenag Kaltim Saifi, Staf Khusus Gugus Joko Waskito, Sesmen Khoirul Huda Basyir, Direktur Urusan Pendidikan Agama Buddha Supriyadi, dan Rektor IAIN Samarinda Mokhamad Ilyasin.

 

Artikel Selanjutnya
Gus Sholah: Ada yang Mau Bikin Negara Islam? Ya Indonesia Bubar
Artikel Selanjutnya
Megawati: Pihak yang Tak Setuju Pancasila, Mari Kita Debat