Sukses

Majelis Penyelamat Partai akan Satukan 2 Kubu di PPP

Liputan6.com, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terbagi menjadi 2 kubu yaitu pihak Romahurmuziy atau Romy dan Djan Faridz. Tak ingin konflik internal terus berlanjut, Majelis Penyelamat Partai pun dibuat.

Anggota Majelis Tinggi PPP Anwar Sanusi menyebut sudah hampir 3 tahun konflik internal ini berlangsung. Tidak ingin konflik berkepanjangan sampai tahun politik 2019, Anwar beserta Majelis Penyelamat Partai akan menggelar musyawarah nasional (munas) ulama.

"Jadi prinsipnya kenapa dibentuk Majelis Penyelamat Partai, sesuai dengan namanya bahwa konflik PPP ini sudah berlangsung 2 tahun lebih, malah menginjak 3 tahun, ini harus diselamatkan," ujar Anwar saat konferensi pers di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (11/5/2017).

Prinsip pertama, lanjut dia, bagaimana agar kubu Romy dan Djan dapat bersatu karena kalau memang dari islah sudah tidak bisa menyatukan keduanya.

"Inti dari pertemuan kita hari ini ingin melaksanakan Munas Ulama. Ingin menyelamatkan PPP dari keterpurukan," papar Anwar.

Menurut dia, PPP tidak akan bisa menang dan mendapatkan kursi di parlemen jika hari ini diadakan pemilu. Sebab, dia yakin PPP tidak akan memenui persyaratan Parliementary Treshold (PT).

"Kalau PPP hari ini diadakan pemilihan (pemilu), PPP tidak akan masuk PT-nya. Makanya konflik ini harus diselesaikan," pungkas Anwar.

Rencananya, kata dia, Munas Ulama ini akan digelar di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta pada 23-24 Mei mendatang. Mereka berharap agar Romy dan Djan hadir untuk mempersatukan PPP.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan, Habil Marati mengatakan, hasil Munas Ulama ini memiliki 3 tujuan.

Pertama, meminta pertanggungjawaban Djan dan Romy dalam melaksanakan tugas, khususnya kasus di DKI.

"Kedua, meminta pertanggungjawaban mengapa konflik PPP hampir 3 tahun tidak selesai. Ketiga, memastikan kepada pemerintahan, PPP akan benar-benar membangun komunikasi dengan pemerintah, mendukung pemerintah," kata Habil.

Oleh karena itu, lanjut dia, Munas Ulama menjadi jalan tengah agar PPP bisa bersatu.

"Selama ini kita tahu bahwa Djan maupun Romy memiliki beban politik pada Presiden Jokowi. Kami ingin hasil Munas Ulama ini menjadi jalan tengah," ujar Habil.

Ia menyebut, Munas Ulama hanya fasilitas untuk menyatukan kubu Djan dan Romy. Namun, dia menegaskan, keputusan sepenuhnya ada di tangan para ulama.

"Jadi sekarang tergantung ulama, tergantung forum ulama ini. Kami hanya memfasilitasi ulama-ulama PPP dalam rangka meminta pertanggungjawaban Romy ataupun Djan," pungkas Habil.

Artikel Selanjutnya
Jamaah An-Nadzir Berlebaran Hari Ini
Artikel Selanjutnya
Anies: Perantau Tidak Dilarang Datang ke Jakarta, Asalkan...