Sukses

Peran Zainal Pemimpin Jaringan Teroris JAD Dibekuk di Lamongan

Liputan6.com, Jakarta - Terduga teroris Zainal Anshori yang ditangkap di Lamongan, Jawa Timur, ternyata merupakan pemimpin jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Indonesia. Ada banyak peran penting yang dilakukannya usai ditunjuk menjadi pemimpin JAD Indonesia oleh pendahulunya yakni Oman Abdurrahman.

Kabid Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menyampaikan, Zainal Anshori pernah berperan sebagai pengambil lima pucuk senjata api laras pendek di Sangir, Sulawesi Utara, yang dibeli terduga teroris yang telah tertangkap di Cikarang yakni Suryadi Masud alias Abu Ridho di Filipina Selatan, sekitar Desember 2015. Kemudian dua senpi digunakan untuk aksi teror Bom Thamrin pada Januari 2016 dan tiga lagi masih belum diketahui keberadaannya.

"Kemudian dia juga memberikan kontak dari Nanang Kosim (terduga teroris Cilegon yang tewas) kepada Suryadi Masud, berkaitan dengan penjemputan 18 pucuk senapan api laras panjang yang dibeli oleh Suryadi Masud di Filipina Selatan," tutur Boy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/4/2017).

Zainal Anshori juga pernah memerintahkan kepada terduga teroris yang ditangkap di Malang yakni M Romli, untuk melakukan survei di pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan di Lamongan, untuk membuka jalur masuknya senjata api.

"Dia juga merencanakan melakukan penyerangan terhadap Polsek Brondong, Lamongan dengan menggunakan empat senjata api laras pendek yang masih dikuasai kelompoknya," ujar Boy.

Selain Zainal Anshori, terduga teroris lainnya yang ditangkap di Lamongan adalah Adi Bramadinata dan Zainal Hasan. Ketiganya dibekuk atas penelusuran jual beli senjata api kelompok teror dan dari penangkapan teroris lainnya di Bekasi, Tangerang, dan Serang.

Artikel Selanjutnya
Penyerang Mapolres Banyumas Terindikasi Kelompok JAD
Artikel Selanjutnya
Polisi: Aksi Teror di Tuban Terkait Teroris Lamongan