Suasana Puasa di Berbagai Negara

on Aug 12, 2010 at 06:39 WIB

Liputan6.com, Yerusalem: Lebih dari satu miliar umat muslim dunia memulai hari pertama bulan Ramadan 2010 pada Rabu kemarin. Beda tempat, beda pula kebiasaannya. Berikut potret warga di sejumlah negara dalam menjalani ibadah puasa hari pertama.

Di Gaza, warga harus berpuasa di tengah suhu panas yang menyelimuti hampir sebagian besar kawasan Timur Tengah. Ini memberi tantangan tersendiri bagi umat Islam yang menjalan puasa, terutama dalam menahan haus dan lapar. Suhu tertinggi mencapai 38 derajat Celsius. Sedihnya, warga di sana harus berpuasa di tengah padamnya listrik. Kondisi ini membuat pendingin udara atau kipas tak bisa dinyalakan untuk mengurangi rasa panas.

Sedangkan di Yordania, pemerintah setempat mengurangi jam kerja pegawai negeri dari delapan jam menjadi enam jam. Di Uni Emirat Arab, otoritas ulama mengeluarkan fatwa membolehkan para pekerja atau buruh untuk makan atau berbuka lebih awal jika memang cuaca sudah terlalu panas.

Berbeda dengan Yordania, warga Pakistan melaksanakan ibadah puasa di tengah banjir. Bahkan, banjir di negara tersebut sudah menewaskan 1.500 orang. Secara keseluruhan ada 13,8 juta warga Pakistan yang menjadi korban banjir. Hidup mereka sangat bergantung pada bantuan yang didistribusikan pemerintah.

Sementara warga Afghanistan mengisi hari pertama di Bulan Suci dengan ramai-ramai memenuhi masjid. Namun, banyak juga yang berbelanja di pasar untuk menyiapkan makanan berbuka. Seperti halnya di Indonesia, warga di sana juga mengeluhkan melonjaknya harga barang barang kebutuhan sejak 10 hari jelang Ramadan. Kondisi ini dirasa sulit bagi warga yang tengah hidup di tengah penderitaan konflik dengan kelompok Taliban.(ULF)
Suka artikel ini?

0 Comments