Sukses

Berikut Kinerja Keuangan 2016 KIJA

Liputan6.com, Jakarta PT Jababeka Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp 2.931 miliar pada tahun 2016, mengalami penurunan 7% dibandingkan dengan 2015. Pada pilar Real Estat & Property mengalami penurunan penjualan sebesar 6% menjadi Rp 1.101 miliar pada 2016

Hal itu disebabkan menurunnya kontribusi penjualan lahan industri dan bangunan pabrik standar--standard factory buildings-- dan rumah toko, meskipun terjadi peningkatan kontribusi penjualan kavling, perumahan dan dan apartemen.

Pendapatan dari Pilar Infrastruktur menurun 8% menjadi Rp 1.723 miliar sebagai akibat dari penurunan kontribusi penjualan listrik, yang disebabkan adanya kebocoran di salah satu boiler mesin pembangkit listrik. Sementara itu pendapatan dari jasa infrastruktur lainnya--penyediaan air, pengolahan air limbah dan manajemen estat--dan dry port masing‐masing meningkat 5% dan 26% selama tahun 2016. Pendapatan pilar Leisure & Hospitality membukukan kenaikan 2% pendapatan menjadi Rp 106,5 miliar pada tahun 2016.

Pendapatan berulang--recurring revenue--dari pilar infrastruktur ini menyumbang 59% terhadap total pendapatan konsolidasi pada tahun 2016, tidak berubah secara persentase dibandingkan dengan 2015.

Secara absolut laba kotor perseroan mengalami penurunan sebesar 10% menjadi Rp 1.243 miliar pada 2016. Margin laba kotor konsolidasi untuk 2016 tercatat sebesar 42,4%, sedikit turun dibandingkan dengan 44,2% pada tahun 2015.

Penurunan margin laba kotor ini terutama disebabkan hasil dari bauran produk (product mix) dalam Pilar Real Estat & Property, dimana kontribusi dari penjualan lahan kavling di kendal dan apartemen cukup mempengaruhi pencapaian margin laba kotor keseluruhan untuk Real Estat & Property turun menjadi 76% pada tahun 2016, dibandingkan dengan 82% pada tahun 2015.

Sementara margin laba kotor untuk Pilar infrastruktur dan leisure hospitality masing‐masing tetap pada kisaran 21% dan 41% pada tahun 2016, dibandingkan dengan 21% dan 42% masing‐masing pada tahun 2015.

Meskipun terjadi penurunan pendapatan dan laba kotor, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 426,5 miliar pada tahun 2016, meningkat 29% dibandingkan Rp 331,4 miliar pada tahun 2015. Faktor utama peningkatan ini adalah efek dari keuntungan selisih kurs sebesar Rp 132,7 miliar yang dibukukan pada tahun 2016 dibandingkan dengan rugi selisih kurs sebesar Rp 116,2 miliar di tahun 2015.

Keuntungan selisih kurs neto tersebut merupakan jumlah dari keuntungan/kerugian selisih kurs pendanaan dan keuntungan dari kontrak lindung nilai--hedging--, serta keuntungan/kerugian selisih kurs operasi, yang dapat ditemukan catatan atas laporan keuangan konsolidasian 2016 yang diaudit.

Dalam hal penjualan real estate secara pemasaran (marketing sales), KIJA membukukan Rp 1,56 triliun pada tahun 2016, melampaui 11% target sebesar Rp 1,4 triliun dan juga melebihi 50% dari pencapaian 2015 sebesar Rp 1 triliun. Pada tahun 2016, penjualan di Cikarang tetap menjadi kontributor utama dalam marketing sales dengan Rp 1,15 triliun seluas 21 hektar, sejalan dengan target 2016.

Pencapaian marketing sales yang menggembirakan dari Kendal sebesar Rp 359 miliar (dengan luas 26 hektar) jauh melampaui target 2016 sebesar Rp 250 miliar, ikut menambah secara signifikan hasil penjualan di Cikarang. Terakhir, Tanjung Lesung dan produk lainnya juga menambahkan marketing sales 2016 sebesar Rp 55 miliar.

Powered By:

Jababeka

Artikel Selanjutnya
Dorong Adopsi Keuangan Digital, OJK Gelar Kompetisi KOINKU
Artikel Selanjutnya
Tutupi Defisit Rp 325,9 Triliun, Jokowi Akan Berutang