Sukses

Potret Kualitas Program Siaran TV Nasional

Liputan6.com, Jakarta Tidak banyak yang tahu 1 April diperingati sebagai Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas). Tepat  84 tahun lalu, 1 April merupakan tanggal berdirinya Solosche Radio Vereeniging (SRV) yang merupakan siaran langsung radio pertama di Indonesia. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memakai tanggal tersebut sebagai awal kelahiran lembaga penyiaran di Indonesia.

KPI secara rutin mengawasi mutu dan kualitas penyiaran di Indonesia. Salah satunya menetapkan standar kualitas program siaran. Penelitian yang rutin dilakukan KPI adalah mengenai indeks kualitas program televisi. Indeks mulai dari skala 1 hingga 5, KPI memiliki standar sebesar 4,00 sebagai nilai kualitas program televisi. Dengan kata lain program siaran disebut baik dan berkualitas jika nilai minimal sesuai standar KPI.

 

 

Secara umum kualitas program siaran televisi pada periode kelima di bulan November-Desember 2016 memiliki indeks kualitas program sebesar 3,36. Artinya masih di bawah standar kualitas yang ditetapkan KPI. Jika dibandingkan periode sebelumnya pada September-Oktober 2016, indeksnya mengalami penurunan.

Penelitian KPI ini melibatkan 120 responden ahli dari 12 kota. Program-program televisi yang ada dikelompokkan berdasarkan kategori jenis program masing-masing. Kategori program wisata budaya memiliki indeks melebihi standar yang ditentukan KPI, yaitu sebesar 4,22. Sedangkan kategori yang memiliki indeks terkecil dimiliki kategori program infotainment, yaitu sebesar 2,71. 

Artikel Selanjutnya
Monopoli RTRI, Sebuah Langkah Kemunduran Industri Penyiaran
Artikel Selanjutnya
Program Inklusi Keuangan RI Diakui Dunia