Sukses

Luhut Pandjaitan Minta PKB Warisi Sikap Berpolitik Gus Dur

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berharap para kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapat menerapkan sikap dan pemikirian Gus Dur.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara sekolah Kepemimpinan Gus Dur di Graha Gusdur, kantor DPP PKB, Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu (26/3/2017).

Luhut awalnya bercerita bagaimana Gus Dur menjadi presiden, bagaimana sikap dan perilaku Gus Dur dalam berpolitik. Ia ingin hal tersebut juga dilakukan para kader PKB di Pilkada DKI Jakarta.

"Sekarang masih ada pilkada di DKI. Ya PKB pintar-pintarlah bermain sehingga seperti yang diinginkan Gus Dur memberikan perdamaian bisa tercapai," ujar dia yang disambut tawa para peserta.

Pernyataan tersebut, Luhut mengatakan, tidak lantas mengarahkan PKB untuk mendukung salah satu pasangan calon (paslon) di Pilkada DKI 2017. Namun, ia meminta agar sikap Gus Dur dalam berpolitik menjadi acuan para kader untuk menentukan sikap dalam Pilkada DKI 2017 putaran kedua.

"Saya enggak mengarahkan, biarlah PKB mewariskan kedamaian seperti Gus Dur. Ini partai yang harus didukung," kata Luhut.

Ia berharap, PKB menjadi basis partai terkuat yang membuat citra Islam kembali baik. Tentunya kata Luhut, dengan mengambil Gus Dur sebagai cermin dan acuan, perbaikan kekuatan PKB di berbagai daerah turut mengekor dengan sikap para kadernya.

"Rahmatan llilalamin itu adalah cerminan Gus Dur. Sekarang PKB sudah mulai naik, kuat di Jatim dan Jateng. Beberapa tempat lain juga perlu diperbaiki. Perlu melakukan langkah-langkah yang bagus," pesan Luhut.

PKB untuk pertama kalinya mendidik 150 orang kadernya, baik itu pimpinan ranting hingga Anggota DPR. Mereka mengadakan Sekolah Kepemimpinan Gus Dur, sekolah yang ditujukan dalam penguatan nilai-nilai, sikap dan pemikiran Gus Dur yang harus menjadi haluan para anggota partai.

Artikel Selanjutnya
Obama Datang, Candi Borobudur dan Prambanan Tetap Terbuka untuk Umum
Artikel Selanjutnya
Teladan Kebinekaan di Desa Pancasila