Sukses

Kali di Bekasi Berubah Seperti Berselimut Salju, Apa Penyebabnya?

Liputan6.com, Bekasi - Aliran kali yang mengitari wilayah Bekasi tercemar parah. Pasalnya, kali yang semula berwarna cokelat mendadak dipenuhi busa menyerupai salju.

Selain berwarna putih, bau tidak sedap tercium dari aliran sungai itu. Airnya pun menyebabkan gatal-gatal bagi orang yang menyentuhnya.

Muin (60), seorang warga RT 04/09 Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, menjelaskan jika peristiwa itu baru diketahui pada Jumat 17 Maret 2017 pagi. Warga pun menduga air di kali Bekasi berbusa akibat limbah industri.

"Udah dari tadi pagi ini berbusanya, saya kira ini karena adanya pencemaran limbah dari pabrik-pabrik yang salurannya dari arah Bogor menuju Kali Bekasi," kata dia.

Warga pun mengaku terganggu dengan kondisi tersebut.

"Gara-gara ini, warga enggak bisa mancing lagi, tunggu sampai busa hilang kalau kaya gini mah. Enggak tahu juga kalau dipaksain ikan pada mati atau enggak. Kalau ini limbah saya juga enggak berani makan ikannya, takut beresiko," Muin menjelaskan.

Kali di Bekasi Berubah Seperti Berselimut Salju

Sementara saat ini Pemerintah Kota Bekasi tengah meneliti busa di kali.

"Limbah ini sudah kita ikuti ternyata sudah dari Curug Parigi, Bantargebang. Vila Nusa Indah, Jatiasih, dan sampai dengan bendungan Plisdo yang berada di jalan M Hasibuan, Bekasi Timur," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jumhana Lutfi.

Pihaknya pun sudah mengambil sejumlah sampel air dari pencemaran air tersebut. Dari hasil sementara, diketahui jika limbah yang menyebabkan air Kali Bekasi diselimuti busa setebal 10 sentimeter berasal dari salah satu pabrik yang berdiri d Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Kita sudah cek ternyata ini adalah limbah dari Kabupaten Bogor, dan kita juga sudah berkoordinasi dengan Dinas LH di sana. Rencananya Senin mendatang akan ada pertemuan dengan kita," kata Jumhana.

Sampai saat ini, pihakya belum mengetahui apakah limbah yang mencemari air Kali Bekasi itu mengandung bahan kimia berbahaya, atau tidak.

"Kita belum tahu itu, karena harus menguji dan perlu sempel sebanyak 9. Hal ini untuk mengetahu ambang batas maksimal dari hasil teruji laboratorium," ungkap Jumhana.

Dia mengimbau agar warga menjauh dan tidak menggunakan air Kali Bekasi untuk keperluan rumah tangga.

"Ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak ingin diinginkan saja," tandas Jumhana.

Artikel Selanjutnya
Ribuan Ikan Mati Misterius di Sungai Batang Alin
Artikel Selanjutnya
Djarot: Tak Ada Cara Lain Atasi Banjir Selain Normalisasi Sungai