Sukses

Cara Khusus Ahok dan Djarot Atasi Permasalahan Tawuran

Liputan6.com, Jakarta Tawuran merupakan salah satu permasalahan yang masih kerap muncul di DKI Jakarta, terlebih lagi umumnya orang-orang yang terlibat dalam tawuran justru adalah mereka yang masih tergolong remaja. Hal ini membuat membuat Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok, terus berupaya mencari solusi agar tawuran antar warga khususnya remaja tidak terjadi lagi di Jakarta.

Beberapa waktu lalu, tawuran antar sekolah terjadi di flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur dan menewaskan satu siswa. Tawuran itu terjadi antar tiga sekolah yakni antara SMK Budi Murni 4 dan SMK Bunda Kandung berhadapan dengan siswa SMK Adi Luhur 2. Siswa bernama Ahmad Andika Baskara (17) meninggal akibat peristiwa itu.

Menanggapi kasus tawuran yang melibatkan para pelajar itu, Ahok menyampaikan menerapkan aturan tegas bagi pelajar yang terlibat tawuran. Ahok mengatakan sanksi yang akan diberikan kepada pelajar yang terlibat tawuran mulai dari sanksi tidak naik kelas hingga pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

"Kalau tawuran dia bisa nggak naik kelas, bisa dikeluarkan (dari sekolah), bisa cabut KJP," ucap Ahok.

Selain mengambil langkah tegas dalam upaya mengatasi permasalahan tawuran, Ahok juga melakukan cara-cara pencegahan yang lebih bermanfaat bagi pelajar dan anak muda serta warga Jakarta lainnya. Salah satu cara yang Ahok lakukan adalah dengan berencana memperbanyak ruang kreatif bagi anak muda, yang berguna untuk menyalurkan energi berlebih ke arah yang lebih positif.

Menurut Ahok, remaja usia produktif perlu diberikan ruang khusus bagi mereka untuk berkarya, sehingga energi yang mereka miliki tidak lagi disalurkan untuk hal-hal tidak berguna seperti tawuran. Ahok juga berujar, Pemprov DKI Jakarta juga akan menyiapkan rumah susun di atas balai-balai pusat latihan anak-anak muda usia produktif, agar mereka bisa memiliki keterampilan kerja, tanpa harus memikirkan akan tinggal dimana selama melakukan pelatihan.

Ahok mengakui terinspirasi dari Walikota Rotterdam Ahmed Aboutaleb yang sudah datang dua kali ke Jakarta dan mengundangnya ke Rotterdam untuk melihat pemanfaatkan ruang-ruang di belakang area reklamasinya untuk memfasilitasi kreativitas anak-anak muda. “Seperti dua anak muda di Rotterdam yang sukses membuat desain jembatan di co-working space di area sekitar reklamasi.”

Sementara itu, Wagub DKI Jakarta nonaktif, Djarot Saiful Hidayat menyebut solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah tawuran adalah dengan pembuatan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Menurut Djarot, warga Jakarta terutama para pemuda perlu diberi saluran untuk beraktivitas, hal tersebut diakuinya dapat mencegah warga serta pemuda agar tidak terlibat tawuran.

"Saya minta, jangan hanya mengimbau, tapi solusinya yang penting. Akan kita buat di Jalan Tambak itu, harus dibuka ruang terbuka untuk aktivitas warga, terutama para pemuda. Mereka perlu diberi saluran ke sana (RPTRA), supaya mereka tidak terlibat tawuran," ucap Djarot.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengungkapkan penyebab tawuran di DKI Jakarta. Salah satu penyebabnya karena banyak pemuda yang pengangguran. Anak muda punya energi berlebih, namun tak memiliki sarana untuk menyalurkannya. Oleh karena itu, menurut Sumarsono, keberadaan ruang kreatif menjadi hal yang penting.

"Langkah konkretnya ya, kita perbanyak tempat kumpul kreatif untuk menyuarakan lapangan kerja bagi generasi muda. Itu langkah konkret yang bisa dilakukan, dari sisi penyaluran," jelas Sumarsono.

Sumarsono menyampaikan titipan program gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama. Salah satunya, meminta menggalakkan program satu kecamatan satu tempat kumpul kreatif (TKK). TKK sendiri yang sudah jadi ialah Jakarta Creative Hub yang terletak di kawasan Waduk Melati. Sumarsono berujar, Pemprov DKI akan segera menambah lokasi TKK dalam waktu dekat.

"Semangat dan dorongan pak Ahok adalah mengembangkan TKK terutama bagi generasi muda yang kreatif. Satu sudah diresmikan di kawasan Waduk Melati. Dan akan dibangun lagi di kawasan Satrio, Jakarta Selatan," tutur Sumarsono. 

(*)

  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat adalah pasangan calon nomor urut dua Pilkada DKI Jakarta 2017
    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat adalah pasangan calon nomor urut dua Pilkada DKI Jakarta 2017
    Ahok Djarot
Artikel Selanjutnya
RPTRA Terancam Tanpa Anggaran, Djarot Akan Ajukan Perda
Artikel Selanjutnya
Anggaran RPTRA Hilang dari APBD, Djarot Curiga Ini Pelakunya