Sukses

Fahri Hamzah: Isu Wahabisme Sudah Tidak Relevan Di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai isu wahabisme sudah tidak menjadi persoalan dalam konteks menjalin hubungan baik Indonesia dengan Arab Saudi. Menurutnya isu wahabi hanya sebuah blame terhadap ekstrimitas yang didorong secara liar. Padahal Indonesia sudah bersentuhan langsung dengan berbagai pemikiran sejak lama. Terbukti, banyaknya pendiri bangsa yang mengenyam pendidikan di Mekkah.

“Tak ada perbedaan, orang hanya mempertajam persoalan. Blame terhadap ektrimitas itu di dorong secara liar. Padahal Indonesia sudah bergumul dengan berbagai macam pemikiran, termasuk Wahabi. Pemimpin pergerakan nasional dan Islam rata-rata alumni Mekkah. KH Hasyim Asyari pendiri NU dan KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah misalnya itu alumni Mekkah,” jelas Fahri saat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, (14/03) lalu.

Dengan latar belakang pendiri bangsa yang lama mengenyam pendidikan di Arab Saudi membuat isu Wahabisme menjadi hal yang biasa untuk dipelajari secara akademis dalam konteks aliran pemikiran keagamaan. Ketika mereka kembali ke Indonesia maka semangat persatuan yang disolidkan dalam rangka kepentingan nasional.

“Disitu mereka belajar Pan-Islamisme. Belajar tentang Wahabisme dan pemikiran keagamaan yang lain. Ketika mereka datang ke Indonesia ini menjadi sesuatu yang disolidkan sebagai kepentingan nasional dan lahirlan Pancasila,” ujar Fahri.

Isu Wahabisme bukan menjadi momok untuk dijadikan sebab untuk berkonflik dengan Arab Saudi, karena para pendiri bangsa Indonesia sudah melampaui pemahaman tersebut.

“Nah sekarang ada orang yang menakut-nakuti dengan isu wahabi. Padahal itu sudah dilampaui oleh kita. Kita tak lagi menganggapkan sebagai sesuatu yang ekstrim,” tuturnya.

“Kita memikirkannya sebagai suatu pandangan pemikrian yang positif dan oleh karena itu tidak ada alasan utk menjadikan ini sebagai momok bahkan menjadi sebab kita untuk berkonflik,” sambung Fahri Hamzah.

Politisi PKS ini pun mendorong agar Indonesia tetap terus menjalin kerjasama dengan Arab Saudi. Hal itu sudah tertuang dalam MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi. Ia pun mengedukasi untuk tidak terpengaruh terhadap isu yang menjauhkan hubungan baik antara Indonesia dan Arab Saudi, salah satunya melalui isu Wahabisme.

(*)

Artikel Selanjutnya
Rais Syuriah PBNU: Indonesia Bukan Negara Agama Tertentu
Artikel Selanjutnya
Teladani Ulama Nusantara, Djarot Akui Perjuangkan Politik Islam