Sukses

Anggota Komisi III Apresiasi Kinerja Polda Bali

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi III DPR Muhammad Syafi'i mengatakan apresiasinya terhadap kinerja Kapolda Bali terhadap paparan kinerjanya. Terutama, dalam menjaga keamanan rombongan Raja Salman yang sedang berlibur di Bal, bahkan mereka menambah kunjungannya 3 hari sampai tanggal 12 Maret. 

"Saya mengapresiasi Polda Bali bisa menjaga beranda Indonesia di mata internasional, apa yang sudah baik dilakukan Kapolda dilanjutkan. Tapi saya mengingatkan bahwa di mata rakyat indonesia hari ini khususnya umat Islam mayoritas, kepolisian dalam arti keseluruhan sedang melakukan kebijakan yang menurut masyarakat terjadi diskriminasi dalam penegakan hukum," kata Politisi F-Gerindra usai rapat dengan Kapolda dan Kepala BNNP di Bali, Jum'at (10/3).

Ditambahkannya, faktanya sudah cukup banyak, kondisi yang terjadi jika umat Islam mengkritisi apa yang selama ini dilakukan oleh kepolisian, cepat sekali respon penindakan hukum. Sementara pihak-pihak tertentu meskipun sudah jelas-jelas melakukan pelanggaran, sepertinya pihak kepolisian tidak melaksanakan tugasnya sebagiamana mestinya.

"Kita ingin agar jajaran Polda Provinsi Bali tidak ikut terlibat dalam diskriminasi hukum. Akan tetapi, indikasi itu sudah mulai terlihat dengan penanganan kasus Munarman. Padahal, peristiwanya terjadi tahun 2011, dan locusnya di Jakarta. Dan lucunya ketika ditanyakan kenapa kasusnya ditangani di Bali, alasannya banyak orang yang kecewa di Bali. Kalau itu jadi rujukan, kasus Ahok yang tersinggung kan seluruh provinsi, masa Ahok mesti disidang bergilir di beberapa provinsi,"ungkap Politisi Dapil Sumut I itu.

Kemudian, lanjut Romo Syafi'i sapaan akrabnya, ada kasus penegakan hukum terhadap perambah lahan hutan mangrove dan juga taman hutan raya di kabupaten Badung dan Kota Denpasar.

"Kita menerima pengaduan dari masyarakat, ada 42 perambah hutan di Bali yang telah melanggar hukum, lalu ada 22 tanah hutan raya yang sudah tersertifikasi, padahal harusnya tidak boleh dimiliki oleh siapapun. Tapi sampai sekarang tidak dilakukan penegakan hukum, hanya ada penindakan terhadap bangunan yang merambah di wilayah kelurahan Benoa, kenapa dari 64 kasus hanya satu yang ditegakkan,"tanyanya.

Romo Syafi'i mengingatkan, diskriminasi penegakan hukum yang bisa membuat distrus sosial terhadap kepolisian tidak merambah ke Polda Bali.

Sementara itu, Kapolda Bali, Petrus R Golose mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pengamanan ketat untuk mengamankan kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud.

"Kami telah melakukan pola kerjasama dengan Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan yang lain, serta melaksanakan operasi Waskita bersama dengan TNI, BIN dan pemangkuta lainnya. Pengamanan operasi Waskita itu ring I dan II pengamanan Paspamrpes, di ring III dan IV, pengamanan arus dan sekitanya. Hampir 3-4 ribu personel kita siagakan dan turunkan ke lapangan,"jelasnya.

(*)