Sukses

2017, Ini Resolusi untuk Jakarta

Liputan6.com, Jakarta Kita tentu memiliki resolusi-resolusi di tahun 2017 yang sudah didepan mata. Memaknai resolusi tahun baru pun dilakukan secara beragam, ada yang dengan membuat list resolusi atau menyatakan statement tentang resolusi yang ingin ia capai. Beragam cara menyambut resolusi diperllihatkan penduduk Jakarta, termasuk Gubernur non-aktif Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.

Ahok memiliki beberapa resolusi terkait perkembangan Jakarta untuk tahun-tahun mendatang. Ahok mengucapkan resolusinya ini didepan awak media saat Blusukan di daerah Jati Padang, Pasar Minggu. Cagub Petahana memiliki beberapa resolusi, diantaranya perkembangan TransJakarta, RPTRA, Kesejahteraan masyarakat, penanganan banjir, penggunaan JakOneCard dan lain sebagainya.

Tentu saja resolusi Ahok terhadap hal diatas bukan lagi untuk membuat atau memulai, tapi mengembangkan dan memaksimalkan program-program yang telah berjalan tersebut. TransJakarta dapat kita rasakan perkembangan pelayanan dan penambahan jumlah armadanya, hal inilah yang hendak ditingkatkan Ahok dengan menambah jumlah Halte Transjakarta sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Yang pertama, saya ingin Bus Transjakarta sudah bisa masuk ke semua wilayah, sampai pelosok-pelosok rumah warga,” kata Ahok.

Untuk RPTRA, tahun ini sudah diresmikan belasan hingga puluhan RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Ramah Anak). Kedepannya, Ahok ingin membangun satu RPTRA per kelurahannya. “Yang kedua, saya ingin di Kota Jakarta ini ke depan dibangun lebih banyak RPTRA, sehingga warga punya tempat untuk berkumpul dan bersosialisasi,” tambahnya.

Terkait masalah banjir, Ahok berharap akan segera tuntas hingga setengahnya. “Kalau banjir, saya perkirakan dua tahun lagi kelar masalah banjir. Jadi tinggal setengah lagi. Sekarang kan kita sudah kurangin dua pertiga, makanya tinggal kita potong saja, bikin sodetan,” ujar Ahok. Penggunaan Sodetan memang cara paling ampuh dan mumpuni untuk mengatasi masalah banjir Jakarta

Dan terakhir, terkait JakOneCard, Basuki berpendapat kartu ini sangat penting sebagai bentuk subsidi non-tunai yang transparan dan efisien, karena warga dapat dipantaujumlah pendapatan dan pengeluarannya selama menggunakan kartu tersebut.

“Bantuan non tunai bukan hanya untuk menghadapi kecurangan, tapi juga memberikan data pada kami untuk mengenali warga kami, supaya kami bisa melayani lebih baik. Karena 10 juta penduduk, kalau gunakan teknologi kita enggak bisa baca. Harus teknologi semua. Sehingga perilaku kami bisa kami baca semua disitu,” paparnya.

Nah, resolusi dari Pemimpin sekaligus Calon Pemimpin Jakarta ini patut kita sikapi dengan syukur dan apresiatif. Pada banyak kesempatan lain Ahok pun menyebutkan Jakarta akan semakin maju jika dibangun lewat kerja keras, kerja sama dan kerja ikhlas, seperti yang sudah Basuki-Djarot lakukan selama ini. Sekarang sudah saatnya kita merapatkan barisan dan mari ciptakan Jakarta Baru yang lebih baik.

Artikel Selanjutnya
Alasan PDIP Pilih Berangkatkan 116 Bus Mudik Gratis
Artikel Selanjutnya
Mendikbud: Penyebaran Kartu Indonesia Pintar Sudah 80 Persen