Sukses

Perlu Diupayakan, Batam Tetap Sebagai Destinasi Investasi

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai bahwa pertumbuhan ekonomi di kepulauan Riau mengalami penurunan yang sangat drastis dari 6,01% menjadi 5,03%. Untuk itu perlu adanya revitalisasi mengenai target-target pembangunan, walaupun index pembangunan manusianya tinggi, tetapi jangan sampai grafik perekonomian di Batam terus menurun.

"Dulunya Batam merupakan primadona investasi yang baik. Karena itu perlu diupayakan bagaimana Batam tetap menarik dan menjadi destinasi investasi asing.yang nantinya bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi daerah," ungkapnya saat mengikuti Kunker di Batam beberapa waktu lalu.

Menurut politisi Golkar ini setelah menggelar pertemuan dengan jajaran Ditjen Pajak dan instansi-instansi di bawah Kemneku kanwil Kepri, terlihat bahwa penerimaan pajak dan bea masuk juga menurun. Selain itu banyak dockyard dan shipyard yang tidak lagi membuat kapal-kapal baru, hanya melakukan service dan perbaikan ringan.

"Ini kan menunjukan bahwa banyak terjadi hambatan di Batam. Padahal pada tahun 1970-1990 daerah ini merupakan pendorong investasi nasional dan regional," ujar Misbakhun.

Ditambahkan, di saat negara -negara seperti Vietnam,Laos,Kamboja,Myanmar dan juga negara kompetitor seperti Singapura, Malaysia, Thailand sebagai wilayah yang berdekatan dengan Batam berharap Indonesia merevitalisasi iklim investasi sehingga Batam tetap menarik.

"Ini yang menjadi tantangan kita dan dalam kunjungan kali ini ingin mendengarkan langsung dari para mitra kerja yang bertanggung jawab dengan hal ini. Nantinya setelah kembalinya masa sidang DPR, kita bisa merumuskan kebijakan-kebijakan aturan yang memadai yang akan mengangkat kembali Batam sebagai destinasi investasi," tuturnya.

Politisi Golkar ini berharap, kota Batam harus bisa tetap mempertahankan tujuan destinasi investasi yang menarik, baik bidang industri, perkapalan, properti dan juga membangun galangan kapal.

Kepulauan Riau setelah terpisah dari Riau daratan harusnya bisa menjadi faktor penumbuh ekonomi regional yang mempunyai kontribusi secara nasional. Tetapi ini malah mengalami penurunan yang mengkhawatirkan.

"Ini yang harus kita cari,kita diagnosis dengan benar apa yang menjadi sumber permasalahan sehingga jangan sampai Batam kehilangan daya tarik.primadona investasi," ungkap Misbakhun menambahkan.

(*)

Artikel Selanjutnya
Kerjasama dengan China, Indonesia Harus Punya Daya Tawar Kuat
Artikel Selanjutnya
Situasi Global Masih Pengaruhi Ekonomi Indonesia