Sukses

Penempatan SDM Papua Harus Dipilih dari Extraordinary People

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai tantangan dan hambatan di Papua yang sangat indah, spektakuker dan ordinary, maka penempatan Sumber Daya Manusia di Papua pun harus dipilihkan dari orang-orang yang benar-benar extraordinary, staf-staf yang terbaik.

Hal tersebut diungkapkan anggota Tim Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI Indah Kurnia saat pertemuan tim dipimpin Wakil Ketua Komisi XI M. Prakosa dengan pemangku industri jasa keuangan di Papua.

"Berbagai hambatan di Papua yang sangat indah, spektakuler dan ordinary ini akan menjadi tantangan bagi kita semua khususnya bagi sektor jasa keuangan. Oleh karena itu, penempatan SDM harus dipilihkan orang-orang yang benar-benar extraordinary," papar politisi PDI Perjuangan ini di Jayapura, Senin (27/2/2017) malam.

Tempat yang begitu menantang seperti ini dan tantangan yang begitu tinggi, lanjut Indah, bila berhasil akan mendapatkan apreaiasi yang sangat hebat. "Apresiasi yang tinggi kepada seluruh petugas yang dikirim, tenaga-tenaga extraordinary, personil yang cerdas dan siap bekerja keras di Papua," imbuh Indah.

Ia mengharapkan, SDM yang ditempatkan di Papua tersebut mampu transfer knowledge dan ikut membangun Papua yang lebih sejahtera. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada Jamkrindo dan BPD Papua serta Banka-bank pemerintah lainnya yang telah memberikan CSR nya kepada putra-putra daerah.

"Apresiasi kepada Jamkrindo dan BPD Papua khususnya, semoga dilakukan secara konsisten dan konsekuen yang telah memberikan kesempatan pada putra-putra daerah dalam meningkatkan literasi keuangan yang diusahakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.

"Semakin literasi tinggi semakin menimbulkan kontribusi yang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama pemangku sektor jasa keuangan di Papua menyampaikan berbagai tantangan dan hambatan industri keuangan di Papua antara lain pertama, faktor geografis dan konektivitas Papua, dimana karakteristik wilayah Papua dengan banyak daerah remote dengan jaringan transportasi yang masih terbatas dan mahal.

Kedua, infrastruktur dan faktor SDM, dimana jaringan internet, komunikasi dan listrik yang sering terganggu. Selanjutnya, faktor SDM terutama komitmen dan kompetensi dan kepatuhan pelaksana anggaran.

(*)