Sukses

Fahri Hamzah Sebut Kunker Keluar Negeri Bukan untuk Buang Uang

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menegaskan, kunjungan kerja Panitia Khusus Pemilihan Umum (Pansus Pemilu) ke Meksiko dan Jerman sudah disetujui dalam rapat pimpinan (rapim) DPR. Ia pun meminta agar masyarakat tak menilai kunker yang dilakukan oleh anggota dewan hanya untuk membuang-buang uang.

"Semua kunjungan pasti ada rapim yang menyetujuinya. Jangan dipandang sebagai seolah ini hambur-hamburkan (uang), kan ada proses belajar," ucap Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa 28 Februari 2017.

Alasannya, lanjut dia, anggota DPR yang pergi kunker keluar negeri statusnya pejabat tinggi negara, dan datang ke negara tersebut membawa iklim diplomasi di sektor-sektor yang terkait dengan kunjungannya. Jadi Fahri meminta agar masyarakat memberi kesempatan mereka untuk menunjukkan kerjanya.

"Pejabat-pejabat publik ini juga kalau tidak dilatih, dididik, stok pemimpin kita yang memahami persoalan nanti jadi sedikit. Jadi kita biarkan itu (kunker keluar negeri) dan kita fasilitasi karena undang-undangnya ada dan pasalnya ada, maka keluar mata anggarannya," papar dia.

Fahri pun meminta masyarakat tak menilai kunjungan kerja anggota DPR ke luar negeri hanya untuk jalan-jalan.

"Tolong lihat kunker DPR ke luar negeri tidak sebagai sesuatu yang lain di luar fungsi DPR untuk bekerja dan bekerja, dan memperkuat diplomasi antarnegara. Seperti undang Raja Salman ke DPR itu kan memperkuat fungsi diplomasi. Memang tugas DPR adalah membantu armada diplomasi dunia di seluruh dunia," pungkas Fahri.

Sebelumnya Wakil Ketua Panitia Khusus Pemilihan Umum (Pansus Pemilu) Benny K Harman mengatakan, akan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Meksiko dan Jerman. Kunker tersebut, kata Benny, dilakukan untuk mengetahui seperti apa pelaksanaan pemilu di Meksiko dan Jerman.

"Anggota pansus akan mengadakan kunker sebagian ke Jerman, sebagian ke Meksiko," ujar Benny.

Artikel Selanjutnya
Puluhan Ibu-Ibu Berkebaya Datangi Gedung DPR
Artikel Selanjutnya
KPK Latih Polwan untuk Cegah Korupsi