Sukses

Viral, Masjid di Jakarta Tolak Salatkan Jenazah

Liputan6.com, Jakarta Jagad media sosial dibuat heboh dengan beredarnya sebuah spanduk yang terpasang di sebuah masjid. Tulisan tersebut bernada provokatif dengan menolak mengurus jenazah.

"Masjid Ini Tak Mensholatkan Jenazah Pendukung dan Pembela Penista Agama", demikian tulisan tersebut terpampang di spanduk. Liputan6.com berusaha mencari alamat masjid tersebut untuk mengkonfirmasi yang menjadi buah bibir di lini masa, Kamis 23 Februari 2017.

Masjid tersebut bernama Al-Jihad dan beralamat di Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan. Salah satu pengurus masjid, Yayat Supriyanto, mengatakan bahwa spanduk tersebut sudah terpasang sejak tiga hari lalu.

"Yang bener itu, kami mensalatkan jenazah, foto itu tak seperti kenyataan. Itu jamaah kami, jamaah sini," kata Yayat.

Kamis siang, 23 Februari 2017, pihak kelurahan menemui pengurus masjid. Mereka bahkan mengaku sudah berdiskusi dengan pihak kelurahan, polisi, dan KUA setempat.

"Wajar ada konfirmasi dari kelurahan, dan KUA kecamatan, kami diminta jangan pasang di auning depan masjid, orang kelurahan minta menurunkan dari auning dan menempelkan di pagar masjid aja," kata Yayat yang juga sekretaris Masjid Al-Jihad.

Yayat menampik bahwa pemasangan spanduk tersebut ada kaitannya dengan Pilkada Jakarta.

"Ini gak ada kaitannya sama pilkada-pilkadaan, ini untuk jamaah yang terang-terangan mendukung, kalau mereka mau pilih di bilik suara itu bukan tanggung jawab kita, kita akan tetap salatkan, karena kita kan gak tau mereka pilih siapa, ini khusus untuk yang dukung penista agama secara terang-terangan," kata Yayat.

Selain foto spanduk, terdapat juga foto saat beberapa jemaah mengurusi jenazah. Yayat mengatakan, akibat disandingkannya foto pengurusan jenazah dengan spanduk seolah pengurus masjid menolak mengurusi jenazah.

"Banyak orang yang salatin tadi, masjidnya jadi penuh," kata Yayat.

Artikel Selanjutnya
Cek Lalu Lintas Jakarta Sabtu Pagi Ini
Artikel Selanjutnya
Korban Tewas Tawuran di Pasar Rebo Siswa SMK Bunda Kandung