Sukses

Sigi: Menaklukkan Kerbau Liar di Way Kambas

Liputan6.com, Lampung - Matahari baru saja muncul di ufuk timur. Langit yang berawan menahan sinar matahari sehingga udara tidak terasa panas. Sejumlah satwa dilindungi, seperti gajah, bergerombol menikmati suasana pagi di Way Kambas.

Sebagian warga desa yang memelihara ternak kerbau juga memasuki Taman Nasional Way Kambas. Ini yang dituding menjadi akar permasalahan sakitnya sejumlah gajah di sana. Kotoran kerbau yang mencemari rumput dan air menjadi penyebab berkembangbiaknya jenis cacing paramphistomum yang mencelakakan gajah.

Biang keladi lain penyebab gajah di Way Kambas jatuh sakit adalah kehadiran kerbau-kerbau liar. Sebagian menerobos masuk ke wilayah pusat latihan gajah.

Celakanya, kerbau liar tersebut terus berkembang biak dan sulit dijinakkan. Satu-satunya jalan mengurangi populasi kerbau itu adalah dengan cara ditangkap.

Namun demikian, tak sembarangan orang bisa menangkapnya. Kerbau liar hanya bisa ditangkap dengan bantuan pawang dan seekor kerbau sebagai alat pemikat.

Ritual pun dilakukan. Sang pawang kerbau memanjatkan doa, meminta keselamatan peserta perburuan dan dipermudah saat mencari kerbau liar.

Seekor kerbau pemikat pun dimandikan dalam kubangan. Ini dilakukan agar kerbau betina tersebut bisa menuntun di mana kawanan kerbau liar berada.

Tak berapa lama, kelompok kerbau liar mulai menampakkan diri. Agar aroma tubuh tak terendus kerbau liar, kita pun harus mengendap-endap dan melawan arah angin.

Beruntung, seekor kerbau liar berhasil ditangkap. Layaknya terhipnotis oleh pawang, kerbau liar itu kaku tak bergerak. Kaki belakang kerbau liar langsung jadi sasaran sang pawang untuk dijerat.

Namun demikian, kerbau hasil tangkapan tak bisa langsung digiring pulang. Agar jinak, hidung kerbau harus dikondisikan terlebih dahulu. Kerbau-kerbau liar kemudian dikumpulkan untuk selanjutnya dimusnahkan.

Tapi pekerjaan belum usai. Para pencari kerbau liar itu kembali ke hutan belantara mencari kerbau-kerbau liar lainnya. Sementara Polisi Hutan Taman Nasional Way Kambas terus berpatroli. Menjaga kerbau-kerbau liar tidak berkembang biak dan masuk ke dalam Taman Nasional Way Kambas.

Upaya mengantisipasi cacing paramphistomum yang bisa menyebabkan gajah mati itu terus dilakukan para dokter. Namun pencegahan masuknya kerbau liar yang diduga menyebarkan cacing paramphistomum sangat membantu kelangsungan populasi gajah di Taman Nasional Way Kambas.

Bagaimana upaya mencegah masuknya kerbau-kerbau liar masuk ke kawasan Taman Nasional Way Kambas? Simak tayangan video selengkapnya dalam tayangan Sigi SCTV di tautan ini.

Artikel Selanjutnya
Lampung Timur Gerakkan Pariwisata Lewat Wisata Kemah