Sukses

Buntut Panjang Pemeriksaan Rizieq Shihab

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan‎ kasus dugaan pelecehan simbol negara, Pancasila di Markas Polda Jawa Barat Kamis, 12 Januari 2017. Dalam pemanggilan oleh Ditreskrimum Polda Jawa Barat ini, Rizieq diikuti ribuan massa FPI.

Selain FPI, ratusan masyarakat Adat Sunda juga hadir di Mapolda Jawa Barat, yang menuntut agar Rizieq Shihab diproses, karena diduga telah menghina budaya Sunda.

Pemeriksaan Rizieq di Mapolda Jawa Barat ini terkait laporan Sukmawati Soekarnoputri. Dia mempersoalkan tesis Rizieq yang berjudul "Pengaruh Pancasila terhadap Syari'at Islam di Indonesia". Sukmawati menilai kritikan yang disampaikan Rizieq dalam tesisnya sebagai bentuk penghinaan terhadap Pancasila sebagai dasar negara.

Namun, kehadiran masyarakat Adat Sunda bukan karena alasan tersebut. Mereka menuntut Rizieq juga diproses terkait penghinaan terhadap budaya Sunda. Kejadian ini terjadi ketika Rizieq memelesetkan kata "Sampurasun" menjadi "Campur Racun".

Melihat adanya dua kubu massa yang berkumpul, pihak kepolisian memisahkan dua massa tersebut. Mereka ditempatkan di dua pintu masuk Mapolda Jabar yang berbeda.

"Pengamanan kita lakukan untuk, mengantisipasi terjadinya gesekan antara dua massa yang datang," ujar Yusri di Mapolda, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis.

Meski sudah dipisahkan, sayangnya, bentrokan tidak dapat terelakan usai pemeriksaan Rizieq. Bahkan, bentrokan yang terjadi di Bandung itu meluas ke Bogor, Ciamis, dan Tasikmalaya.

1 dari 5 halaman

FPI Bentrok

Usai pemeriksaan petinggi FPI Rizieq Shihab ‎oleh Ditreskrimum Polda Jawa Barat, suasana mencekam terjadi di depan Markas Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat. Massa FPI kontra kelompok lain yang menuntut Rizieq Shihab diproses hukum, terlibat aksi saling lempar batu dan botol minuman.

Pantauan Liputan6.com, kericuhan pun bertambah saat polisi berusaha berupaya membubarkan massa pendukung petinggi FPI tersebut. Tim pengurai massa diturunkan untuk membubarkan dua kelompok massa.

Pihak polisi mendorong massa hingga ke persimpangan Gedebage. Selain itu, polisi juga membuat barikade di Jalan Soekarno-‎Hatta menuju ke Mapolda Jabar.

Sementara jalan jalur cepat dan lambat menuju persimpangan Gedebage, sempat ditutup oleh pihak kepolisian karena adanya peristiwa kericuhan tersebut. Hingga berhasil mengurai massa, jalan pun kemudian dibuka kembali.

Akibat aksi bentrok tersebut satu mobil rusak berat setelah dilempari batu oleh orang tak dikenal.

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, bentrokan kedua kubu dipicu adanya dugaan pemukulan dari salah satu kelompok. Pihaknya juga telah menerima laporan dari sesorang yang mengaku menjadi ‎korban pemukulan.

"Tadi ada pelapor dari masyarakat Sunda, dia dicegat kemudian dipukul FPI saat mau mengambil motor," kata Yusri, Bandung, Kamis (12/1/2017).

Kericuhan tersebut berakhir setelah Tim Pengurai Massa turun membubarkan massa FPI yang bentrok dengan kelompok lain. Namun belum diketahui jumlah korban akibat bentrokan tersebut.

Diketahui, massa yang terlibat bentrok tersebut merupakan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang merupakan elemen dari masyarakat Adat Sunda.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (13/1/2017) menyampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina GMBI yang terkait bentrokan dengan massa FPI di Bandung.

 

2 dari 5 halaman

Markas GMBI Bogor Dibakar

Bentrok Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis 12 Januari 2017, meluas ke Bogor. Massa FPI merusak dan membakar kantor Sekretariat GMBI di Kampung Tegalwaru, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Informasi yang dihimpun, aksi perusakan kendaraan dan pengeroyokan terhadap anggota FPI sebelumnya memicu aksi balasan puluhan anggota FPI Ciampea, Bogor. Beberapa saat sebelum kejadian, petugas Kepolisian Sektor Ciampea telah melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di markas GMBI, karena ada informasi massa FPI akan melakukan aksi balasan.

"Petugas juga telah melakukan imbauan dan negosiasi terhadap massa yang ingin mengetahui keberadaan markas GMBI," kata Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena, Jumat (13/1/2017).

Namun karena jumlah massa banyak, sehingga petugas tidak bisa menghalau mereka. Mereka merangsek masuk dan merusak hingga membakar kantor sekretariat GMBI.

Aksi berhasil diredam setelah ratusan anggota polisi dikerahkan ke lokasi kejadian. Polisi juga mengamankan 20 orang anggota FPI yang diduga melakukan perusakan dan pembakaran markas GMBI.

"20 orang itu masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor," ujar Ita.

Saat ini di lokasi kejadian sudah dipasang garis polisi. Lokasi itu pun jadi tontonan warga yang ingin melihat dari dekat.

3 dari 5 halaman

Sekretariat GMBI Dirusak

Sekretariat GMBI Distrik Ciamis dilempari sekelompok orang tak dikenal pada Jumat, 13 Januari 2017, sekitar pukul 01.30 WIB. Sebuah sepeda motor yang diparkir di Sekretariat GMBI pun hancur, tetapi tak ada korban akibat peristiwa tersebut.

Sekretariat yang berlokasi di Jalan Otto Iskandar Dinata, Dusun Lingggamanik No 1 RT 01/05 Desa Panyingkiran, Kabupaten Ciamis, itu mengalami pecah kaca di bagian depan rumah. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus mengatakan para pelaku diduga menggunakan batu dan kayu untuk melempari rumah kontrakan tersebut.

"Papan nama sekretariat rusak dan sepeda motor yang terparkir di halaman sekretariat LSM GMBI juga ikut menjadi sasaran yang mengakibatkan sepeda motor tersebut rusak di bagian body-nya. Pada saat kejadian, tidak terdapat anggota GMBI," kata Yusri di Markas Polda Jawa Barat, Jumat (13/1/2017).

Usai pelemparan, para pelaku langsung kabur. "Saat kejadian tidak terjadi bentrok fisik, para pelaku kabur dan berhasil lolos dari kejaran petugas patroli Polres Ciamis," kata Yusri.

Kejadian yang sama juga terjadi di Markas GMBI Tasikmalaya.

4 dari 5 halaman

Polisi Tindak Perusak

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menyatakan polisi akan menindak pelaku perusakan dan pembakaran Markas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Tasikmalaya dan Ciamis.

"Kasus perusakan ini akan kita proses, tidak bisa ditolerir," kata Yusri melalui telepon seluler, Jumat.

Ia menuturkan aksi perusakan dan pembakaran terhadap Markas GMBI terjadi di Bogor, Tasikmalaya dan Ciamis.

Kelompok yang melakukan perusakan, kata Yusri, diduga oleh massa Front Pembela Islam (FPI) yang dipicu adanya isu penghadangan usai aksi di Bandung, Kamis (12/1).

"Isunya ada masyarakat FPI dihadang, dipukuli oleh GMBI, padahal gak ada," kata dia seperti dilansir dari Antara.

Terkait apa saja kerusakan kantor GMBI, kata Yusri, masih dicari datanya, sementara yang di Bogor adalah pembakaran dan sudah diamankan terduga pelakunya.

"Yang di Bogor pembakaran, beberapa orang sudah diamankan," katanya.

Yusri menambahkan, jajarannya sudah diterjunkan ke lokasi yang menjadi sasaran perusakan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Anggota polisi sudah diterjunkan untuk antisipasi," kata dia.

Artikel Selanjutnya
Polisi Cecar Rizieq Shihab 50 Pertanyaan
Artikel Selanjutnya
Pengacara: Rizieq Shihab Diperiksa di Arab Saudi 27 Juli Lalu