by

Berburu Permata di Jatinegara

  • Sosial & Budaya
  • 0
  • 14 Mei 2010 13:34
Liputan6.com, Jakarta: Jakarta Gems Center merupakan peremajaan pasar tradisional di Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur. Kawasan itu kini dijadikan tempat penjualan batu permata terbesar di Asia Tenggara setelah Gems Tower Building di Thailand.

Di pasar tersebut, banyak dijual berbagai macam jenis batu permata, seperti batu akik Nyi Roro Kidul yang dijual seharga Rp 45 juta. Batu ini mahal karena gambar dan warnanya. Selain itu ada juga batu bacan dari Pulau Ternate dengan harga Rp 25 juta per buah.

Sementara batu lainnya yang serupa dijual dengan harga Rp 300 ribu. Perbedaan harga ini juga dikarenakan keunikan batu yang bisa berubah warna. "Batu bacan yang berwarna gelap bisa berubah warna menjadi kristal", kata Syaiful salah satu pedagang.

Untuk yang ingin berkreasi, pengunjung bisa membuat perhiasan dengan membeli mutiara curah atau batu curah yang bisa dirangkai dengan desain sendiri. "Ongkos pembuatannya kalau batunya mahal bisa gratis, tapi kalo batu murah diambil ongkos sekitar Rp 15 ribu," jelas Suryanti, pemilik toko mutiara curah.

Di Jakarta Gems Center juga disediakan pengasahan batu. Pengasahan batu akik butuh waktu yang lebih cepat daripada pengasahan batu mulia. Tidak heran Jakarta Gems Center menjadi pusat bagi kolektor batu dan perhiasan dari dalam dan luar negeri.

Steve Lindserom, salah satu pembeli asing mengatakan, "Ya, banyak batu yang begitu beragam, saya sampai bingung, banyak jenis dan tipenya". Sedangkan menurut Frank Mahoney. "Harganya sangat bagus. Saya sering bepergian ke banyak negara. Saya memberi tahu teman saya Steve, jika dia membeli batu seperti ini di Thailand, harganya jauh lebih mahal. Ini tempat yang asyik untuk belanja," katanya.(IDS/IAN)
Comments
Sign in to post a comment