Sukses

Arie J. Kumaat Wafat

Liputan6.com, Jakarta: Mantan Kepala Badan Koordinasi Intelijen Nasional Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Arie Jeffre Kumaat meninggal dunia di Rumah Sakit Saint Carolus, Jakarta Pusat. Pria berusia 57 ini menghembuskan napas terakhir karena serangan jantung sekitar pukul 03.25 WIB. Demikian diungkapkan Jackson Kumaat, keponakan Arie, di Jakarta, Ahad (13/1) pagi. Perwira lulusan Akademi Militer Nasional tahun 1966 itu meninggalkan seorang istri, Maria Yosefina Mantik Kumaat, dan satu putra, Hendri Kumaat.

Hingga siang ini, jenazah Arie masih disemayamkan di Jalan Martimbang I No 7, Jakarta Selatan. Tampak hadir ke rumah duka, Kabin Hendropriyono, Ketua Laskar Veteran RI (LVRI) Ahmad Taher, dan Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal Bibit Waluyo. "Arie dikenal sebagai prjurit yang loyal dan profesional," kata Hendropriyono. Rencananya, jenazah mantan Pangdam II Bukit Barisan itu akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jaksel, besok sekitar pukul 14.00 WIB dengan upacara militer.

Pada masa berkarir di TNI, Arie pernah mengemban sejumlah tugas sebelum menjabat Kabin. Satu di antaranya ketika era Presiden Habibie, Arie bersama Sjafri Sjamsoedin -saat berdinas di Pusat Krisis ABRI- sempat diminta merumuskan kemungkinan terjadi SOB atau negara dalam keadaan darurat militer. Bahkan, ketika Tragedi Semanggi terjadi, Arie dilibatkan dalam tim penentu garis batas antara polisi dan mahasiswa.

Pertengahan November 2000, Arie mulai menjabat sebagai Kabin menggantikan Letjen TNI Purnawirawan Z.A. Maolani. Tugas berat dihadapi pria kelahiran Manado ini saat menjabat Kabin. Pasalnya, di kala pemerintah Presiden Abdurahman Wahid kerap terjadi kerusuhan bernuansa suku, ras, agama, dan antargolongan di sejumlah wilayah. Setahun kemudian, Presiden Megawati Sukarnoputri mencopot Arie sebagai Kabin. Posisi Arie kemudian digantikan Hendropriyono.

Selain Kabin, Arie juga sempat mengemban jabatan penting: Pangdam I Bukit Barisan (1994-1995), Asisten teritorial Kepala Staf Umum ABRI (1995-1997), Komandan Sekolah Staf Komando (1997-1998), dan Kepala Pusat Koordinasi Kegiatan Penegakan Hukum dan Sistem Keamanan Departemen Pertahanan (sejak Mei 1998). Atas jasa dan pengabdian itu, Arie dianugrahi Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Kartika Eka Paksi Nararya, dan Bintang LVRI.(KEN/Alfito Deannova dan Agung Nugroho)
    Artikel Selanjutnya
    Hingga Puncak Haji, Total 252 Jemaah Indonesia Wafat
    Artikel Selanjutnya
    Sebanyak 229 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi