Sukses

Pasokan Langka, Harga Beras Melangit

Liputan6.com, Semarang: Selain di Jakarta, harga beras yang mulai membumbung, ternyata juga terjadi di beberapa daerah seperti di Semarang, Jawa Tengah, dan Bali. Di kedua wilayah tersebut, harga beras naik hingga mencapai 75 persen. Diduga, kenaikan tersebut lantaran pasokan beras yang berkurang. Demikian hasil pantauan SCTV di sejumlah pasar tradisional di dua wilayah tersebut, baru-baru ini.

Pasokan beras ke pasar-pasar tradisional yang berkurang ke Semarang, tampak dari lengangnya aktivitas bongkar muat beras di Pasar Sentral Beras Dargo. Tumpukan beras yang biasanya per hari mencapai 50 ton, sejak sepekan terakhir rata-rata tinggal lima ton. Menurut Ketua Perkumpulan Pedagang Beras Semarang Koelyani, berkurangnya pasokan beras dikarenakan beberapa sentra penghasil beras, seperti Cirebon, Jawa Barat, dan Purwodadi, Jateng, mengalihkan pasokan ke Jakarta. Pengalihan itu diduga karena pertimbangan harga yang lebih tinggi. Sedangkan, kawasan lumbung beras Jateng seperti Kudus, Demak, dan Kendal, saat ini belum memasuki masa panen.

Sementara dari sejumlah pasar tradisional di Bali dilaporkan, kenaikan harga beras rata-rata mencapai 14 persen dari harga biasanya. Para pedagang beras di Pasar Badung, Denpasar, Bali, menuturkan kenaikan dipicu ketiadaan pasokan dari sentra penghasil beras di Banyuwangi, Jawa Timur, sejak tiga hari silam. Tapi, mereka mengaku transaksi penjualan beras masih berjalan normal, meski hanya melayani permintaan dalam partai besar. Di pulau Dewata itu terjadi pula kenaikan harga barang kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional. Barang yang mengalami kenaikan antara lain gula pasir dan minyak goreng.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)